Pemberhentian Kades Rababaka akan Dikukuhkan

Arif Mauludin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemeritahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, sudah mendapat informasi soal putusan Majelis Hakim PN Tipikor Mataram, terkait vonis 1,6 tahun penjara bagi Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno. Atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi pengelolaan DD/ADD tahun 2018.

Vonis di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, memberi ruang pemberhentian sementaranya dikukuhkan menjadi tetap. “Pemberhentian tetap sudah positif, sekarang kita tinggal menunggu salinan putusan dari Pengadilan Tipikor,” demikian ungkap Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMPD Dompu, Arif Mauludin ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 12 Januari 2021.

Ia menjelaskan, tuntutan JPU atas terdakwa korupsi DD/ADD selama 5,5 tahun, sebetulnya cukup menjadi dasar dalam pemberhentian tetap Tri Sutrisno. Hanya saja, perlu ada dukungan keputusan penggadilan yang menyatakannya bersalah sebagai acuan pengusulan ke pimpinan daerah.

Saat ini, lanjut Arif Mauludin, DPMPD masih terus berkoordinasi dengan jaksa untuk memperoleh salinan putusan. “Informasinya jaksa juga masih menunggu salinan keputusan itu dari PN Tipikor. Mungkin pekan ini atau minggu depan keluar baru kita naikan pemberhentian tetap Kepala Desa Rababaka,” ujarnya.

Selain menunggu salinan keputusan dari pengadilan, pihaknya tengah mempersiapkan beberapa langkah untuk menindaklanjuti penetapan Bupati. Seperti misalnya pengangkatan penjabat sementara dan pemilihan kepala desa antar waktu atau PAW.

Proses tersebut, tegas dia, tidak bisa bersamaan dengan Pilkades serentak untuk 16 desa di tahun 2021. Alasannya, Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno masih menyisakan masa jabatan selama 3,5 tahun. Sedangkan untuk 16 desa lainnya, sudah berakhir masa jabatan  karena merupakan hasil pemilihan pada tahun 2015. “Seperti apa mekanismenya PAW itu, nanti ada petunjuk teknis sesuai Peraturan Bupati. Ini sedang kita garap,” tandasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here