Pemberantasan Pembalakan Liar di NTB Belum Sinergis

Mataram (suarantb.com) – Upaya Pemerintah menyelesaikan pembalakan liar di NTB selama ini masih terhalang oleh disintegrasi lembaga-lembaga terkait di dalamnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka hasil yang diinginkan tidak akan maksimal karena tidak bisa menyasar langsung pada inti persoalan.

Demikian disampaikan Kasi Intel Korem 162/WB, Amran Wahid pada diskusi terbatas yang diadakan oleh Suara NTB, Sabtu, 8 Oktober 2016. Ia menilai masalah pembalakan liar merupakan persoalan yang tidak terlalu sulit untuk diselesaikan. Asalkan lembaga-lembaga terkait yang bertanggung jawab di dalamnya mau bersama-sama memberantas pembalakan liar tersebut.

Iklan

“Sebenarnya tidak sulit kalau kita bersinergi, tidak sampai seminggu. Dan saya siap di depan untuk itu. Kalimantan yang pemainnya lebih sakti selesai, kenapa kita di sini lebih parah,” ucapnya.

Ia juga menyesalkan tidak tegasnya pemerintah memberantas para pelaku illegal logging tersebut. Padahal, para pelaku merupakan pemain lama yang identitasnya sudah dikantongi oleh pemerintah. Menurut Amran, hal itu memunculkan pertanyaan lain tentang keseriusan pemerintah menghentikan pembalakan liar.

Namun, ia memaklumi ruang gerak pemerintah dalam memberantas pembalakan liar di NTB selama ini memang terkendala berbagai regulasi yang seolah memberikan kemudahan bagi para cukong untuk memuluskan aksinya. Akan tetapi, ia optimis hal itu bisa diselesaikan ketika ada sinergi yang kuat dari semua lembaga yang terkait dengan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat.

“Ternyata pemain-pemainnya itu-itu aja. Sederhana permasalahannya. Kita ada data untuk deteksi dininya, dan rutenya sudah jelas kan. Bisa kalau kita bersinergi,” ujarnya.

“Kalau kita bersinergi, bisa kita tahu simpulnya. Dan remote ini bisa dipegang kalau kita pegang simpulnya,” tambahnya.

Amran yang baru sebulan ditempatkan di NTB ini mengaku, ketika regulasi yang terkesan memberikan peluang bagi pelaku pembalakan liar melancarkan aksinya tersebut terus dibiarkan berlanjut kemungkinan penyelesaiannya akan lebih sulit dilakukan.

Kesadaran semua lembaga terkait untuk bersatu merumuskan visi yang sama harus segera dilakukan jika ingin melihat hutan di NTB tetap lestari.

“Yang terlibat hanya segelintir orang ini. Dampaknya besar, baik bencana alam, masalah sosial, masyarakat bisa saling membunuh nantinya. Lebih baik kita tindak tegas beberapa orang itu,” katanya.

Ia menambahkan, hal yang tidak kalah penting lainnya dan harus segera mendapat perhatian pemerintah adalah persoalan sumber daya manusia masyarakat di sekitar kawasan hutan. Hal tersebut kata Amran, penting dilakukan pemerintah agar masyarakat memiliki kesadaran lebih dalam memandang hutan beserta manfaat dan persoalan yang diakibatkan ketika mereka melakukan pengerusakan. (ast)