Pemberangkatan PMI Tergantung Situasi Pandemi

H. Rudi Suryawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram mencatat puluhan pengajuan berkas calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di masa pandemi Covid-19. Mengingat pemberangkatan ke negara penempatan masih dibatasi, seluruh CPMI dan perusahaan penempatan PMI (P3MI) diminta mematuhi aturan yang berlaku.

“Kita mengarahkan supaya P3MI melihat tujuan negara mana saja yang sudah dibuka. Terutama terkait kepastian keamanan dan kondisi negara penempatan terkait kondisi (pandemi) Covid-19 ini. Ini juga dipantau nanti oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),” ujar Kepala Disnaker Kota Mataram, Rudi Suryawan, Kamis, 9 September 2021.

Iklan

Diterangkan, berdasarkan surat keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan Nomor 3/1137/PK/02.02/IV/2021 tentang Penetapan Negara Tujuan Penempatan Tertentu Bagi Pekerja Migran Indonesia Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru menetapkan 52 negara tujuan penempatan yang dibuka di massa pandemi.

Negara penempatan tersebut antara lain Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Azerbaijan, Belgia, Bosnia Herzegovina, Brunai Darussalam, Denmark, Djibouti, Ethiopia, Gabon, Ghana, Guyana, Hungaria dan Hong Kong. Kemudian Irak, Italia, Kaledonia Baru, Kenya, Korea Selatan, Lebanon, Liberia, Maladewa, Maroko, Mesir, Namibia, Nigeria, Norwegia, Panama, Papua New Guinea, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Perancis, Qatar, Republik Kongo, RRC, Rumania, Rusia, Rwanda, Singapura, Somalia, Srilanka, Suriname, Swedia, Swiss, Tanzania, Thailand, Uganda, Uzbekistan, Yordania, Zambia, dan Zimbabwe.

Penempatan PMI di negara-negara tersebut ditujukan untuk semua jenis pekerjaan di perusahaan berbadan hukum. Kecuali di Singapura dan Hong Kong yang hanya menerima pekerja untuk sektor rumah tangga.

Tata cara penempatan sendiri dilakukan dengan tiga cara. Antara lain penempatan mandiri, privat to privat atau perusahaan ke perusahaan, dan pemerintah ke pemerintah. “Kalau ada pembaruan kita diberikan surat edarannya dari Kementerian Tenaga Kerja. Jadi kita harapkan pemberangkatan sekarang ini mengikuti aturan yang ada,” jelas Rudi.

Kendati demikian, pihaknya mencatat 47 PMI yang mengajukan pengurusan berkas justru ingin berangkat ke Malaysia. Sedangkan penempatan di Negeri Jiran tersebut belum dibuka karena alasan pandemi.

“Memang 47 orang ini baru mengajukan paspor, jadi belum berangkat karena ada banyak persyaratan yang belum diselesaikan. Untuk yang ke Malaysia kita lihat belum normal (menerima PMI), tapi berkasnya diajukan saja oleh perusahaan supaya saat sudah normal nanti bisa langsung berangkat. Kita melihatnya begitu,” ujar Rudi.

Selain Malaysia, Saudi Arabia dan Korea Selatan menjadi negara penempatan lainnya yang diminati. Pihaknya berharap sampai pemberangkatan dilakukan baik PMI maupun P3MI mengikuti prosedur yang ada. Hal tersebut dibutuhkan untuk memastikan keamanan PMI sendiri saat bekerja di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional