Pemberangkatan Jemaah Umrah Masih Belum Jelas

H. Muhammad Amin.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemberangkatan kembali jemaah umrah Kota Mataram disebut masih belum bisa dipastikan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Muhammad Amin, menerangkan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat terkait pemberangkatan tersebut.

“Itu informasi terkait dibukanya (pemberangkatan umrah), secara resmi untuk kita menerima tertulis dari pusat itu, belum. Artinya, nanti kantor wilayah (kanwil) menerima informasi itu dari pusat dan diteruskan ke daerah,” ujar Amin saat dikonfirmasi, Senin, 26 Oktober 2020.

Iklan

Menurutnya, pihaknya hanya dapat mengeluarkan rekomendasi jika Kanwil Kemenag NTB telah meneruskan secara resmi pembukaan pemberangkatan dari pemerintah pusat. “Terutama kita teruskan ke travel yang ada sebagai penyelenggaran (pemberangkatan) umrah itu sendiri,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya sampai saat ini belum mendata kembali jumlah jemaah umrah Kota Mataram yang mengantre sejak penutupan pemberangkatan akibat pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Amin, pendataan tersebut akan dilakukan jika pemberangkatan telah resmi dibuka. “Sekarang ini pemberangkatan belum ada kepastian. Menjelang pemberangkatan kita siapkan lagi, cek ke teman-teman travel yang ada. Di Mataram itu yang sudah ada izin sekitar 34 travel haji dan umrah,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar travel yang ada melakukan pengecekan lebih awal terkait kesehatan jemaah umrah. Terutama melihat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini.

“Kita mengimbau ke semua travel menyiapkan ini dengan baik. Kalau memang benar ada pemberangkatan nanti, jemaah itu dipastikan benar-benar siap melaksanakan ibadah umrah. Sehingga apa yang menjadi harapannya ibadah itu bisa dilaksanakan dengan maksimal. Terutama dari segi kesehatan, apalagi covid ini (masih ada),” ujar Amin.

Terpisah, General Manajer (GM) Muhsinin Tour and Travel, Ali Imron, menerangkan pihaknya sampai saat ini masih menunggu kejelasan terkait pembukaan pemberangkatan jemaah umrah di Mataram. Hal tersebut menjadi harapan, terlebih pihaknya sempat menutup usaha karena sepinya pendaftar umrah akibat pandemi Covid-19. “Sejak ada kabar dibuka lagi, sudah ada sekitar puluhan yang mendaftar, tapi untuk keberangkatan yang jelas kami memprioritaskan yang tertunda. Ada sekitar 300 jemaah (di travel) kami yang belum berangkat di pandemi,” ujarnya. (bay)