Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Keputusan Forkopimda

H. Ahyar Abduh. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran tatap muka jenjang pendidikan mulai taman kanak – kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Mataram, belum digelar secara langsung di sekolah. Rekomendasi atau izin menunggu keputusan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka akan dibahas bersama Forkopimda yang terdiri dari Kapolres, Kajari, Dandim, Ketua Pengadilan serta unsur lainnya. Pelibatan unsur pimpinan di daerah untuk mempertimbangkan pengambilan keputusan, apakah bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka atau sebaliknya. Pihaknya sangat berhati – hati sehingga jangan sampai muncul klaster baru. “Insya Allah hari Rabu akan kami rapat dulu dengan forkopimda,” kata Walikota ditemui usai rapat tertutup, Senin, 4 Januari 2021.

Apalagi jumlah kasus baru Covid-19 mengalami peningkatan beberapa hari terakhir ini. Peningkatan terutama dari klaster perkantoran dan pelaku perjalanan. Hal ini menurut Walikota yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, perlu diwaspadai. Masyarakat diingatkan tetap secara disiplin mengikuti protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan serta menghindari kerumunan. “Prosedur protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan baik. Pokoknya 3 M itu harus dijalani,” tandasnya.

Jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) yang dikelola oleh Pemprov NTB telah memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Walikota menegaskan, tergantung bagaimana perkembangan serta situasi kondisi di lapangan. Pemerintah mengambil langkah antisipasi supaya tidak terjadi peningkatan kasus.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menyebutkan, sekitar 150 sekolah negeri maupun swasta tingkat satuan pendidikan TK, SD dan SMP mengajukan permohonan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. Tingginya animo itu sebagai bentuk komitmen sekaligus kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran secara langsung. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu izin atau rekomendasi dari tim gugus tugas. “Jangan cuma dinas saja yang siap. Sekolah juga harus siap dari sesi fasilitas dan lain sebagainya,” kata Fatwir.

Rencana pembelajaran di sekolah pada 5 Januari 2021 mendatang sifatnya simulasi. Simulasi ini sekaligus sebagai bahan evaluasi, apakah sekolah benar-benar siap melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan atau sebaliknya. Kendati demikian, bertambahnya kasus baru Covid-19 dikhawatirkan jadi kendala. “Kita masih nunggu izin dari Pak Wali dulu. Kalau kami dan sekolah sudah siap,” demikian kata dia. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here