Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Diperkirakan sampai Akhir Semester

H. Aidy Furqan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran secara tatap muka terbatas di SMA, SMK, dan SLB diperkirakan akan berlangsung sampai akhir semester ini. Pasalnya belum ada daerah yang benar-benar berada di zona hijau penyebaran Covid-19. Di samping itu, pada pekan ini tujuh kabupaten/kota akan melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Sabtu, 7 November 2020 memperkirakan, pembelajaran secara tatap muka penuh belum bisa dilakukan sampai bulan Desember atau akhir semester ini. Hal itu menyangkut kesiapan pihaknya dan masyarakat. “Karena belum ada daerah yang benar-benar memasuki zona hijau,” ujarnya.

Iklan

Sementara itu, mulai Senin, 9 November 2020 tujuh daerah zona kuning penyebaran Covid-19 diberikan kesempatan untuk membuka pembelajaran secara tatap muka terbatas. Dengan tetap menerapkan sistem sif. “Durasi waktu maksimal 3,5 jam per sif atau blok setiap hari,” katanya.

Pihaknya mengeluarkan surat dengan Nomor: 420/4262.UM/Dikbud tentang Simulasi penguatan minggu ke-5 dan ke-6 dan layanan tatap muka terbatas. Sekolah diminta melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas untuk menentukan pola tatap muka. Pelaksanaan layanan tatap muka terbatas pada zona kuning yaitu Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, KLU, KSB dan Sumbawa tetap berlangsung sebagaimana pelaksanaan tatap muka pada minggu pertama, kedua, ketiga dan keempat.

Sedangkan untuk daerah yang berada di zona oranye penyebaran Covid-19, Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu mengikuti simulasi penguatan tahap II minggu ke-5 dan ke-6. “Sekolah berkoordinasi dengan Cabang Dinas untuk pengaturan jadwal simulasi pada zona oranye,” katanya.

Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto menambahkan, jadwal pelaksanaan simulasi penguatan sudah terlampir di surat edaran Dinas Dikbud NTB. Sekolah dapat melakukan penyesuaian jadwal simulasi melalui koordinasi dengan Cabang Dinas.

Terpisah, Ketua Musawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, Kun Andrasto mengatakan, ketika Kota Mataram masuk zona kuning, tentu SMA di Mataram akan mengikuti pembelajaran secara tatap muka terbatas. Tentunya dengan persetujuan Dinas Dikbud NTB. “Insya Allah sekolah siap,” ujar Kepala SMAN 1 Mataram ini.

Kesiapan sekolah itu, kata Kun, karena sekolah di zona oranye telah mengikuti simulasi pembelajaran secara tatap muka yang telah dilakukan beberapa kali. Pihak sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala SMAN 7 Mataram, Munawar mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas, berdasarkan hasil simulasi yang sudah dilaksanakan. “Saat simulasi siswa sudah mulai terbiasa dengan protokol kesehatan. Kami juga tetap selalu koordinasi dengan orang tua siswa,” katanya.

Aidy juga menambahkan, bagi sekolah swasta diberikan izin utnuk mengikuti simulasi. Menurutnya, ada beberapa sekolah yang sudah mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. (ron)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional