Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Tunggu Keputusan Semua Elemen

H. Lalu Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram menunggu keputusan semua elemen Pemerintah Kota Mataram untuk memastikan pembelajaran tatap muka. Pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah untuk perizinan pembelajaran tatap muka di tahun 2021. Persiapan di sekolah terus dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., MM., pada Minggu, 22 November 2020 mengatakan, pihaknya tetap mengikuti izin resmi dari seluruh elemen Pemerintah Kota Mataram yang lebih tahu cara menganalisa dan mencari solusi selama masa pandemi Covid-19. “Kami intinya menunggu izin resmi dari Pemkot atau gugus kerja Covid-19,” katanya.

Pemerintah pusat telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Sehubungan dengan pengumuman SKB itu, pihaknya di Dinas Pendidikan akan segera menyampaikan beberapa hal tentang pelaksanaan proses belajar mengajar kedepan dan aturan aturan lainnya. Disdik Mataram bersama elemen lainnnya menetapkan kembali hal-hal penting untuk kepentingan sekolah, siswa dan orang tua. “Agar tahun 2021 tidak akan terjadi masalah, baik pelaksanaan di tiap satuan pendidikan ataupun dari sisi pencegahan Covid-19 itu sendiri,” jelas Fatwir.

Ia juga meminta para pemimpin di sekolah untuk segera merujuk ketentuan yang sudah disampaikan oleh beberapa kementerian saat pengumuman SKB itu. “Kami di dinas akan terus memonitor kesiapan-kesiapan tersebut, sembari menunggu perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Mataram,” katanya.

Sementara untuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terus dilaksanakan. Termasuk di dalamnya kegiatan evaluasi seperti Penilaian Akhir Semester (PAS) sampai pembagian rapor. Pihaknya menyerahkan mekanisne pelaksanaan evaluasi ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan menyesuaikan dengan Kalender Pendidikan Disdik Kota Mataram.

“Kepala SMPN 14 Mataram, Chamim Tohari dihubungi terpisah, pada Minggu, 22 November 2020 mengatakan, sangat mendukung dengan kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan daerah membuka pembelajaran tatap muka di semester genap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Hal ini sesuai dengan harapan masyarakat dan juga siswa yang ingin kembali masuk sekolah,” katanya.

Di samping itu, pihak sekolah terus mempersiapkan diri melengkapi sarana penunjang kesehatan. Chamim menyampaikna, bahwa dengan dibukanya pembelajaran tatap muka memberi harapan kepada pihak sekolah untuk berinteraksi secara langsung dengan peserta didik. “Sehingga kegiatan pembelajaran diharapkan lebih efektif,” katanya.

Pemerhati Pendidikan yang merupakan Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga dari Serikat Guru Mataram, Mansur Sipinathe pada Sabtu, 21 November 2020 mengatakan, sebelum memberikan izin buka sekolah, Pemda melalui Dinas Pendidikan harus memastikan kesiapan protokol kesehatan di setiap sekolah terverifikasi dengan benar. “Pemda dapat melibatkan Dinas Kesehatan untuk membantu pengecekan fasilitas kesehatan (faskes) sekolah,” katanya.

Ia juga menyarankan, sedapat mungkin Pemda memberikan bantuan faskes standar seperti thermo gun dan masker kepada setiap satuan pendidikan. Jika memungkinkan, Pemda juga mengadakan tes cepat atau rapid test untuk seluruh warga sekolah.

Sementara itu, jika Pemda sudah memberikan izin pembelajaran tatap muka, maka Pemda melalui Dinas Pendidikan dan atau Dinas Kesehatan harus menyediakan mekanisme kontrol. “Atau menyediakan personel khusus untuk memantau sekolah-sekolah khususnya yang berada jauh dari pusat kota,” saran Mansur.

Mansur menegaskan, Pemda juga harus melakukan tindakan tegas untuk menghentikan proses tatap muka di sekolah, apabila ditemukan pelanggaran dan atau kemungkinan kuat penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah. (ron)