Pembelajaran PAUD di NTB untuk Tahun Ajaran Baru Disiapkan

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Mataram (Suara NTB) – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tetap diperhatikan serius oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini. Menyongsong tatanan baru yang memaksa masyarakat untuk hidup beradaptasi dengan Covid-19, Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas NTB menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas NTB secara daring, Rabu, 1 Juli 2020.

Rapat yang menghadirkan Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud, Dr. Muhammad Hasbi sebagai pemateri tersebut dipimpin oleh Kepala BP Paud dan Dikmas NTB, Drs. Suka, M.Pd., dan dihadiri oleh Bunda PAUD Nasional sekaligus Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah beserta seluruh Dinas Pendidikan kabupaten/kota serta organisasi mitra.

Iklan

Rakor tersebut membahas pelaksanaan program yang akan dijalankan selama tahun ajaran 2020-2021. Tahun ajaran baru untuk jenjang PAUD akan tetap digelar dengan catatan, untuk daerah yang berada di daerah kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pada zona pendidikan tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).

Untuk menyongsong tatatan baru tersebut, BP PAUD dan Dikmas NTB sendiri telah melakukan pelatihan terhadap 150 Guru PAUD secara daring se-Provinsi NTB. Guru masa kini tidak hanya mengandalkan media pembelajaran manual lagi saat mengajar. Mau atau tidak mau, terpaksa ataupun tidak kondisi saat ini membuat para guru dan siswa beradaptasi dalam proses belajar mengajar. Guru yang semula hanya mengandalkan buku dan papan tulis atau media manual lainnya kini banyak menyesuaikan pembelajaran menggunakan teknologi.

Selain memberikan pelatihan daring kepada guru PAUD se-NTB, Direktorat PAUD Kemendikbud melalui BP PAUD dan Dikmas NTB juga akan memberikan pelatihan kepada orang tua siswa melalui Kelas Orangtua Berbagi untuk orang tua siswa PAUD se-Provinsi NTB dalam waktu dekat. Pelatihan ini akan menyasar 500-1000 orangtua.

  BNPB Siapkan Rp 1 Triliun Pengganti Data Anomali Korban Gempa

Bunda PAUD NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyambut baik hal tersebut. Bunda Niken panggilan akrabnya memaparkan, selama pandemi tiga bulan terakhir ini pastinya adalah waktu yang cukup berat bagi guru dan orang tua dalam mendidik anak dari dan di rumah. Bunda Niken berharap agar guru dan orang tua di tatanan baru ini dapat segera beradaptasi sehingga pendidikan bagi anak PAUD bisa tetap berjalan dengan cara yang baru.

“Saya harap PAUD NTB bisa mendukung layanan PAUD di tempat masing-masing. Serta dapat mengaktifkan Bunda PAUD di masing-masing kabupaten dan kota,” pesan Bunda Niken.

Sementara itu, Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB, Drs. Suka, M.Pd., memaparkan bahwa sesulit apapun tantangan di era tatanan baru ini, BP PAUD dan Dikmas NTB tetap harus menjalankan program kerja yang telah disampaikan Direktorat Jenderal PAUD. “Meski banyak kegiatan yang kita lakukan secara daring, namun pendidikan PAUD tetap harus berjalan,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here