Pembelajaran Ditunda, Sekolah Terdampak Banjir Dipersilakan Fokus Bersihkan Sekolah

Kondisi dampak bencana banjir di SMAN 1 Woha. Sekolah dipersilakan membersihkan fasilitas sekolah terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran lagi di minggu depan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat ada dua sekolah jenjang pendidikan menengah terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bima, yaitu SMAN 1 Woha dan SMKN 1 Palibelo. Kedua sekolah tersebut dipersilakan fokus membersihkan sekolah terlebih dahulu pada minggu ini.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada Rabu, 7 April 2021 menyampaikan air masuk cukup tinggi ke halaman dan ruang belajar di dua sekolah terdampak tersebut. “Terutama yang parah di SMAN 1 Woha yang merusak pagar keliling sekolah di bagian belakang,” ujar Aidy yang meninjau langsung kondisi di SMAN 1 Woha.

Iklan

Selain itu, Aidy melanjutkan, di SMAN 1 Woha, air masuk ke ruang kelas setinggi 50 cm. Barang-barang yang tidak bisa diselamatkan berupa buku-buku dan bangku meja belajar, karena semuanya basah. Peralatan komputer dan alat-alat laboratorium dapat diselamatkan sebelum debit air meninggi. “Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Aidy menyampaikan, pihaknya meminta sekolah pada minggu ini fokus membersihkan sekolah dan fasilitasnya agar bisa melakukan layanan pembelajaran daring maupun luring pada minggu depan. Pihaknya juga akan menginventarisasi fasilitas yang masih bisa digunakan dan yang tidak bisa digunakan.

“Untuk kerusakan fisik akan dikoordinasikan dengan kementerian guna mencari solusi mengatasinya, termasuk melaporkan ke pimpinan daerah,” jelas Aidy.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Drs. Lalu Muhammad Hidlir menyampaikan, bagi sekolah yang terdampak bencana banjir, jika belum mampu melaksanakan pembelajaran tatap muka agar jangan memaksakan pembelajaran. “Termasuk jika belum bisa melaksanakan pembelajaran daring, jangan dipaksakan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 7 April 2021.

Hidlir meminta sekolah terdampak bencana banjir untuk berbenah dan membersihkan sekolah terlebih dahulu. “Silakan berbenah, sampai mampu melaksanakan pembelajaran lagi,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan Suara NTB sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB memperkirakan jumlah kerugian akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bima mencapai Rp680,569 miliar. BPBD NTB mencatat jumlah rumah warga yang rusak sebanyak 5.355 unit, serta kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional