Pembelajaran di SMA IT Yarsi Mataram Berorientasi Pembuatan Karya

Suasana pembelajaran di SMA IT Yarsi dibikin senyaman mungkin. Siswa diarahkan membuat karya sebagai hasil akhir dalam setiap pembelajaran. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMA Islam Terpadu (IT) Yarsi Mataram mulai dibuka pada tahun ajaran 2020/2021. Sistem pembelajaran yang diterapkan berorientasi pada hasil karya siswa. Ruangan kelas dan suasana belajar juga dibikin senyaman mungkin agar siswa rileks saat belajar.

Kepala SMA IT Yarsi Mataram, Sahlan, S.Pd., pada Selasa, 29 September 2020 menyampaikan, sistem pembelajaran yang diterapkan SMA IT Yarsi yaitu tatap muka terbatas dan proyek. Ia menyampaikan, akhir dari sebuah materi pembelajaran di SMA IT Yarsi adalah berupa karya fisik. “Berbeda kalau selama ini sekolah menerapkan bahwa ending (akhir) dari sebuah pembelajaran adalah siswa bisa menjawab soal,” katanya.

Iklan

Sahlan menjelaskan, di SMA IT Yarsi, ketika siswa mempelajari satu pelajaran, maka hasil akhirnya adalah produk fisik. Selanjutnya tes presentasi siswa dapat menjelaskan apa saja yang telah dipelajarinya dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube. Barulah yang terkahir adalah ujian tertulis. “Mempelajari YouTube itu wajib di SMA IT Yarsi Mataram, karena sebagai sarana siswa untuk uji publik,” katanya.

Kurikulum dimodifikasi pihaknya agar fokus pada karya. Suatu pelajaran harus menghasilkan sebuah karya fisik atau digital, selebihnya mengembangkan keterampilang hidup atau life skill. “Karena kesalahan kita selama ini bahwa sekolah lebih banyak mengajak siswa belajar mengikuti alur kurikulum, setelah lulus siswa tidak mengetahui apa sebenarnya skill (keterampilan) yang mereka kuasai,” ujarnya.

Berbagai karya dihasilkan siswa, mulai dari urban farming, buku, film, dan main map. Salah satunya membuat film berbahasa Inggris sebagai bentuk produk riil dari pelajaran bahasa Inggris.

Sementara untuk bisnis, di bulan depan sudah mulai dibuka program bisnis untuk siswa, dengan target setiap siswa memiliki pemasukan minimal Rp1 juta setiap bulan saat semester II. Siswa akan diajarkan digital marketing, product research, dan consumer research.

“Ini teknik kami merangkum pelajaran, pelajaran satu tahun kami selesaikan dalam waktu satu atau dua minggu secara teori, sisanya adalah praktik dan praktik,” jelas Sahlan.

Di samping itu, lokasi belajar juga dibuat senyaman mungkin. Setiap kelas didesain menarik atau instagramable untuk pengambilan video. Saat pembelajaran, diputas musik relaksasi untuk menjaga kondisi siswa tetap konsentrasi dan rileks. (ron)