Pembelajaran di PAUD Tergantung Izin Orang Tua

Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB, Suka (duduk, paling kiri) foto bersama saat  meninjau salah satu lembaga PAUD di Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Izin dari orang tua peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jadi penentu bisa dilaksanakannya pembelajaran tatap muka di lembaga PAUD. Di samping itu, lembaga PAUD juga harus mempersiapkan vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan, serta protokol kesehatan lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) NTB, Drs. Suka, M.Pd., pada Jumat, 7 Mei 2021. Menurutnya, yang perlu dipersiapkan oleh lembaga PAUD yaitu vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Kemudian mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan.

Iklan

“Orang tua peserta didik menjadi penentu memberi izin atau tidak kepada anak-anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka,” ujar Suka.

Suka juga menekankan, lembaga PAUD harus melengkapi daftar periksa di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah juga memberi opsi pembelajaran tatap muka dengan mentaati protokol kesehatan. “Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri,” kata Suka.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kota Mataram, Liswati, ST., M.M., pada Jumat, 7 Mei 2021 menyampaikan, terkait persiapan pembelajaran tatap muka di PAU, pihaknya berkoordinasi dengan Pusat Kegiatan Gugus (PGK) PAUD, pihak lembaga, dan pengawas. “Untuk bersama-sama mengevaluasi kesiapannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pihaknya juga sudah turun ke lembaga-lembaga PAUD untuk melihat kesiapan secara fisik di masing-masing lembaga. “Kalau di tingkat PAUD, alhamdulillah pada saat simulasi kemarin, kami mengevaluasi kalau di tingkat PAUD tertib dan sarana prasarana pendukung protokol kesehata juga sudah siap,” jelasnya.

Sebelumnya, lembaga PAUD diminta mengisi daftar isian yang telah disiapkan pihak Disdik. Kemudian pihaknya turun memverifikasi daftar isian yang diisi oleh sekolah. Hanya lembaga yang sudah diverifikasi yang bisa melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka.

Sementara, terkait belajar dari rumah (BDR) di PAUD, kata Liswati, tidak lepas dari peran orang tua peserta didik. “BDR bagi anak-anak PAUD dengan tetap mengedepankan rasa nyaman dan tidak terbebani. Proses belajar pun melalui bermain,” ujar Liswati.

Liswati menekankan, komunikasi yang aktif dan efektif antara orang tua, guru, dan anak untuk menstimulasi perkembangan anak dengan menanamkan nilai-nilai moral dalam membentuk karakter mereka. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional