Pembelajaran Daring, Kepala Sekolah Akui Hadapi Banyak Tantangan

Seorang guru SMPN 6 Mataram saat memberikan layanan pembelajaran daring dari rumah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah mengakui pembelajaran jarak jauh secara daring menghadapi banyak tantangan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro level 4 di Kota Mataram memaksa semua sekolah melaksanakan pembelajaran daring.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin pada Kamis, 22 Juli 2021 menyampaikan, pembelajaran secara daring di SMPN 6 Mataram tetap berjalan sementara ini. Ia mengakui, ada banyak tantangan dalam pembelajaran daring, seperti jaringan internet yang kerap bermasalah, kuota internet yang mahal. “Mungkin juga banyak gangguan di rumah, berbeda dengan pembelajaran di kelas. Terkadang juga sulit untuk interaktif,” ujarnya.

Iklan

Belum lagi, lanjut Azizudin, orang tua siswa yang merasa kewalahan ketika mendampingi proses pembelajaran di rumah dengan tugas yang diberikan anaknya. Di samping itu, orang tua memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di masa pandemi Covid-19 ini.

Ia menekankan, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru dalam interaksi siswa dan guru. “Karena pendidikan bukan hanya sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, mendidik, kerja sama serta kompetensi,” jelas Azizudin.

Terkait pembelajaran secara daring di SMPN 6 Mataram, jadwal dimulai pukul 08.00 Wita sampai dengan 14.00 Wita. Aplikasi yang digunakan antara lain Google Classroom, Google Meet yang dikombinasikan WhatsApp Group kelas masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali pada Rabu, 21 Juli 2021 menyampaikan, guru-guru diharapkan bisa berkomitmen tinggi untuk melaksanakan pembelajaran daring, terutama karena guru tidak bisa datang ke tempat tinggal siswa dengan PPKM mikro yang begitu ketat saat ini.

Sehubungan dengan kasus Covid-19 yang meningkat dan masuknya Kota Mataram ke dalam zona merah penyebaran Covid-19, maka pihaknya di Dinas Pendidikan menetapkan pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan.

Sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan edaran menindaklanjuti Kota Mataram termasuk wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dengan kriteria level empat, sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring atau online. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional