Pembebasan Lahan Sirkuit MotoGP Masuk Tahap Konsinyasi

Foto udara sirkuit MotoGP Mandalika (Suara NTB/ITDC)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) optimis proses pembebasan lahan untuk pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika, akan segera tuntas. Saat ini, prosesnya sudah masuk tahap konsinyasi, untuk proses pembayaran melalui pengadilan bagi masyarakat yang belum bersedia melepas lahannya sesuai harga yang ditawarkan oleh pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika.

‘’Saat ini sudah masuk tahap konsiyansi untuk pembebasan tanah dan sebagainya,’’ ungkap Bupati Loteng, H. M. Suhaili FT., kepada Suara NTB, Rabu, 1 Juli 2020. Jadi sudah tidak ada masalah kalau terkait pembebasan lahan. Masyarakat yang tetap ngotot meminta harga tinggi, pembayarannya nanti akan dilakukan melalui pengadilan.

Iklan

Adapun untuk pembangunan sirkuit MotoGP, juga tetap berjalan sesuai program yang ada. Termasuk pembangunan sejumlah fasilitas penunjang. Baik itu yang ada didalam kawasan, maupun yang berada di luar kawasan.

Misalnya, untuk pembangunan jalur by pass dari kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga ke kawasan The Mandalika sudah juga sedang berproses. Begitu pula pembangunan rumah sakit internasional.

Ia menegaskan, konsinyasi menjadi solusi terakhir untuk bisa menyelesaikan pembebasan lahan yang belum tuntas di kawasan The Mandalika. Lantaran proses negosiasi harga tidak kunjung menemukan titik temu. Masyarakat pemilik lahan tetap meminta harga tinggi. Sementara pihak ITDC selaku pengelola kawasan juga terikat aturan dalam hal pembayaran harga.

Di mana harga lahan harus mengikuti hasil appraisal. Tidak bisa kemudian ITDC membayar lahan begitu saja di luar appraisal. Apalagi harga yang diminta oleh masyarakat pemilik lahan jauh di atas harga appraisal yang ditentukan.

‘’Semua ada aturannya. Langkah konsinyasi diambil juga sudah sesuai aturan yang ada,’’ tambah mantan Ketua DPRD NTB ini.

  Siap-siap, Tenaga Kerja MotoGP Mandalika Segera Direkrut

Bahwa pembangunan sirkuit MotoGP tersebut adalah bagian dari rencana pengembangan kawasan The Mandalika. Itu semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan untuk kepentingan pemerintah atau pihak tertentu saja. Sehingga langkah konsinyasi dimungkinkan dalam persoalan ini. Karena pembangunan sirkuit MotoGP juga untuk kepentingan umum.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, mengatakan, pembayaran lahan melalui peradilan dimungkinkan untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas publik. Dan, pembangunan sirkuit MotoGP sendiri termasuk fasilitas publik.

Karena sirkuit MotoGP bukan sirkuit tertutup seperti sirkuit di Sepang di Malaysia atau Sentul Jakarta. Sirkuit MotoGP Mandalika ini sama dengan sirkuit di Singapura. Hanya digunakan pada saat event balap saja. Di luar itu, sirkuit akan kembali dibuka dan bisa dilalui oleh masyarakat umum.

‘’Dasar aturannya yakni Undang-Udang No. 2 Tahun 2002 yang menyebutkan, jika penawaran ganti rugi secara langsung dari harga appraisal belum bisa diterima oleh warga (pemilik lahan), maka bisa dititipkan di pengadilan. Nanti diputuskan oleh pengadilan berapa harga yang layak,’’ ujar Wirawan. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here