Pembebasan Jalan Sopoq Angen Ditunda, DPRD Lobar Ikhlaskan Pokirnya Dipotong Rp2,25 Miliar

Hj. Nurul Adha (Suara NTB/her), H. Akhmad Saikhu (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – DPRD Lombok Barat (Lobar) mengikhlaskan program pokok pikiran (pokir)  senilai Rp 2,25 miliar dipotong untuk menutupi defisit anggaran daerah pada APBD Perubahan tahun 2021 ini. Selain memangkas pokir, anggaran untuk pembebasan lahan jalan Sopoq Angen dan Islami Center juga terkena pemangkasan.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha menyatakan gambaran RAPBD perubahan yang dicermati dari usulan KUA PPAS Eksekutif tidak jauh berbeda dengan APBD murni. Seperti target PAD juga stagnan. Anggaran lebih banyak difokuskan untuk penanganan Covid-19, sehingga banyak yang direfocusing dan rasionalisasi. Pengurangan ini yang menyebabkan terjadi penggeseran dan rasionalisasi anggaran, sehingga Dewan pun menyepakati bahwa anggaran pokir dipotong. “Pokir anggota Dewan kena potong. Ndak apa-apa kemudian kita ikhlas untuk sama-sama saling mengerti. Totalnya Rp 2,25 miliar,”kata Ketua DPD PKS Lobar ini, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Dikatakan, meski   melalui pembahasan alot. Namun setelah dilakukan komunikasi dengan anggota, mereka setuju pokirnya dipangkas. “Sepakat, dan ikhlaslah, karena kita juga paham kondisinya,”imbuh dia.

Selain itu, disepakati juga antara legislatif dengan TAPD untuk menunda dulu proyek-proyek besar. “Seperti pembebasan Jalan Sopoq Angen dan Islamic Center ditunda. Ditunda tahun 2022,” sebut Umi Nurul – sapaan akrabnya.

Meski tim Pemda sudah turun sosialisasi untuk pembebasan lahan, semua anggarannya ditunda untuk menutupi defisit pembiayaan di APBD perubahan ini. Penganggaran pembebasan lahan itu rencananya dilakukan bertahap, termasuk tahun ini Rp5 miliar ditunda.

Kenapa dipangkas?, karena untuk situasi dan kondisi saat ini dinilai belum penting. Kalaupun masuk RPJMD, namun belum disepakati karena pembahasan perubahan RPJMD akan dilakukan setelah APBD perubahan. Kalaupun usulan itu masuk, Dewan akan tetap melakukan kajian.”Apakah itu urgen atau tidak? Kalaupun itu merupakan visi pak bupati, ya kita hormati. Cuma dengan kondisi keuangan sekarang ini, perlu dipikirkan ulang. Atau visi misi yang prioritas yang perlu didahulukan,”imbuhnya.

Kepala Bappeda Lobar H. Akhmad Saikhu mengatakan terkait pembebasan lahan jalan Sopoq Angen dan Islamic Center direncanakan tahun ini. Namun akibat kondisi saat ini, sehingga anggarannya dipangkas. “Tersisa Rp5 miliar. Kebutuhan untuk pembebasan lahan ini cukup besar. Karena luas lahan yang dibebaskan 14 hektare lebih,”jelas dia.

Pembebasan lahan akan dilakukan bertahap. Terkait urgensi dari Jalan Sopoq Angen dan Islamic Center. Gerung sebagai ibu kota kabupaten sudah lama sekali. Namun kondisinya belum terlihat, sehingga melalui pembangunan ini bisa menghidupkan. Di samping itu, kawasan ini untuk pusat kegiatan ekonomi dan RTH serta tempat rekreasi masyarakat. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional