Pembayaran Zakat Dirancang secara Daring

Ketua Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malacca saat memberikan keterangan di hadapan awak media terkait rencana pemotongan zakat menggunakan sistem daring, Kamis, 7 Januari 2021. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram merancang pembayaran zakat menggunakan sistem  dalam jaringan (daring). Tujuan mempermudah penarikan zakat 2,5 persen dari gaji aparatur sipil Negara (ASN).

Ketua Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malacca menyampaikan, penggunaan aplikasi secara daring sebagai inovasi dalam penarikan zakat ASN di lingkup Pemkot Mataram. Selama ini, berbagai kesulitan dialami dalam pemotongan pendapatan ASN tersebut. “Ini masih sifatnya wacana saja,” kata Mahsar ditemui Kamis, 7 Januari 2021.

Dia menilai pembayaran zakat ASN sebagai sebuah kewajiban masih rendah. Para abdi negara lebih takut membayar tagihan bank daripada zakat. Padahal, zakat yang potong dari gaji hanya 2,5 persen. “Mereka lebih berat kalau tidak bayar bank daripada bayar ke Baznas,” kritiknya.

Mahsar melihat potensi zakat bisa diserap dari ASN maupun pegawai dari lembaga vertikal bisa mencapai Rp10 miliar. Akan tetapi, target sebelumnya tidak tercapai. Dia menyampaikan, peruntukan zakat yang dipergunakan untuk membantu masyarakat baik kesehatan, pendidikan serta peningkatan kesejahteraan. Baznas juga berencana akan membantu pelaku usaha kecil menengah.

Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Baznas, H. A. Kuliani menyebutkan, target zakat di tahun 2020 lalu sebesar Rp6 miliar. Realisasi hanya Rp4,9 miliar lebih. Pihaknya memiliki kendala penagihan karena pandemi Covid-19. Selain itu, pihaknya belum maksimal menggarap di sektor perusahaan. “Tahun ini target kita menurun menjadi Rp5 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya mendorong agar Baznas meningkatkan dari sisi manajemen serta efektivitas perolehan zakat. Sejauh ini, penarikan zakat relatif bagus. Kedepan, sedang dirancang sistem secara daring untuk pemotongan zakat, supaya lebih bisa terjamin besaran serta nilai. “Saya juga minta kesadaran para ASN untuk bisa memenuhi apa yang sudah menjadi target,” terangnya.

Keberadaan Baznas sangat membantu masyarakat terutama bagi yang berhak mendapatkan penyaluran zakat, infak maupun sedakah. Di satu sisi, Walikota juga meminta agar Baznas membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Para pelaku usaha dinilai masih membutuhkan bantuan permodalan berupa alat – alat produksi. (cem)