Pembayaran Tagihan JKN, Pemkot Mataram Defisit Rp1 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mengalami defisit anggaran mencapai Rp1 miliar lebih untuk membayar tagihan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tahun 2017. Menurut Kadis Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, pembayaran klaim JKN ada kapitasi dan non kapitasi.

Yang kapitasi itu sesuai jumlah peserta BPJS di masing – masing Puskesmas. Sedangkan, non kapitasi berdasarkan klaim rawat inap dan persalinan. “Di mana biaya persalinan selain ditanggung dari JKN juga Jampersal yang didanai melalui APBN,” kata Usman ditemui, Kamis, 28 Juni 2018.

Iklan

Dana Jampersal disebutkan hampir Rp2 miliar. Puskesmas banyak mengklaim selain ke BPJS selaku penyelenggara jaminan kesehatan nasional, juga mengklaim ke Dinas Kesehatan. Namun demikian, Kepala Dikes tidak bisa memungkiri desifit anggaran itu mencapai Rp1 miliar lebih. Dari anggaran JKN dialokasikan di APBD senilai Rp4 miliar lebih. Jumlah klaim membengkak mencapai Rp5 miliar lebih.

“Defisit ini tidak bisa dipaksakan masyarakat banyak sakit,” tandasnya. Tetapi indikator pelayanan JKN berhasil. Artinya, pelayanan masyarakat opname di Puskesmas maupun rumah sakit berkurang.

Selain faktor banyak klaim, defisit anggaran JKN dipicu BPJS Kesehatan tidak bisa membayar klaim tepat waktu. Klaim yang seharusnya dibayarkan tahun 2017, justru dibayar di tahun 2018. “Pembayaran 2018 itu untuk klaim pembayaran tahun 2017,” sebut Usman. (cem)