Pembayaran Lahan Bendungan Meninting Masih Belum Jelas

Lahan di lokasi pembangunan bendungan Meninting dipasangkan plang oleh ahli waris. Hingga Kamis,  3 Oktober 2019 belum ada kejelasan pembayaran lahan tersebut. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga yang terdampak pembebasan lahan proyek pembangunan bendungan Meninting bertanya-tanya. Pasalnya, pembayaran lahan sejauh ini belum ada titik terang. Sementara di lapangan, ada warga yang sudah mendapatkan buku tabungan dan ada yang belum.

Di samping masalah pembayaran, lahan di lokasi pembangunan persis berada di induk proyek ini masih bermasalah, bahkan pihak ahli waris tanah ini memasang plang. Lahan yang dipasangkan plang ahli waris ini terletak di Dusun Murpeji Desa Dasan Geria. Lahan ini dipasangkan plang bertuliskan, tanah ini milik ahli waris Amaq Muhasim alias Mamiq Ateh.

Iklan

Kepala Desa Dasan Geria, M. Nawa Komtaresa mengakui ada warga yang mengatasnamakan diri ahli waris lahan itu mengajukan keberatan. “Ada ahli waris memasang plang atas kepemilikan lahan di lokasi pembangunan proyek bendungan Meninting, kami akan mediasi,” kata dia.

Pihaknya akan memediasi persoalan ini. Rencananya mediasi akan dilakukan besok (hari ini). Pihaknya belum menelusuri lebih jauh apakah yang mengajukan keberatan ini semua ahli waris, sebab masalah ini baru muncul belakangan setelah ada tahapan pembayaran ganti rugi lahan warga.

Sementara itu, Kades Tinggi, M. Mutakkin megakui persoalan pembayaran warga diminta menunggu satu bulan setelah ground breaking. “Untuk pembayaran lahan, warga diminta menunggu satu bulan setelah ground breaking,” jelas dia.

Terkait adanya warga yang sudah mendapatkan buku tabungan dan ada yang belum menerima, menurut dia, desa tidak tahu dari mana. Yang jelas warga sudah memiliki nomor rekening. Dalam membuat buku tabungan ini, bisa melaui Bumdes. Namun desa tidak menekan warga harus melalui Bumdes. Bumdes sendiri bekerjasama dengan BNI dalam hal pembuatan rekening tersebut. Nantinya kalau BNI yang mendapatkan tender pembayaran lahan warga, maka dana itu masuk langsung ke BNI. Nantinya ada semacam fee untuk Bumdes, bukan fee untuk pribadi atau indivudu. “Karena itu kami fasilitasi dengan Bumdes dan ada kesepahaman antara Bumdes dengan agen BNI ”jelas dia. pembayaran lahan warga ini Pihaknya juga sudah bersurat ke Lman di Jakarta.  (her)

  Sajim dan Farin Ambil Formulir Pendaftaran di Hanura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here