Pembangunan Sekolah Baru Harus Tetap Memperhatikan Mutu

Syamsudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB diminta untuk tetap memperhatikan mutu di sekolah baru yang akan dibangun pada tahun ini yaitu SMAN 11 Mataram. Kehadiran sekolah baru diharapkan bisa memenuhi kebutuhan akan sekolah menengah sekaligus upaya pemerataan pendidikan.

Pemerhati pendidikan yang juga Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB tahun 2012-2017, Drs. H. Syamsudin Anwar mengatakan, dibangunnya sekolah baru harus juga memperhatikan mutu sekolah itu. “Jangan asal buka saja tapi mutu diabaikan,” sarannya saat dihubungi Kamis, 20 Juni 2019.

Iklan

Ia mengakui dengan pertumbuhan jumlah penduduk saat ini di Kota Mataram maka kebutuhan terhadap sekolah semakin meningkat. Itulah yang menurutnya menjadi pertimbangan pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB membuka sekolah baru. “Saya kira kita mengikuti perkembangan jumlah penduduk, dibandingkan jumlah sekolah, saya kira memang masih membutuhkan dan belum mencukupi,” katanya.

Selain itu, hadirnya SMAN 11 Mataram yang rencananya akan dibangun di Majeluk, Kota Mataram sekaligus untuk pemerataan pendidikan, terutama dengan penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMA negeri. Di wilayah itu praktis tidak ada SMA negeri (SMAN). Langkah ini juga disambut baik oleh Syamsudin, terutama agar siswa tidak menumpuk di SMAN tertentu.

“Ini memenuhi kebutuhan untuk pemerataan dan pendekatan pelayanan ke masyarakat, apalagi dengan sistem zonasi yang diterapkan. Itu kan pendekatan pelayaan pendidikan, baru bisa jalan sistem zonasi ini (kalau letak SMA merata). Memang mau tidak mau harus dibangun sekolah baru, karena tidak sebanding dengan jumlah peminatnya dengan jumlah infrastruktur yang tersedia,” jelas Syamsudin.

Hanya saja ia mempertanyakan mengapa Dinas Dikbud NTB tidak menambah SMK. Karena SMK menekankan pada keterampilan sehingga lebih berorientasi pada pasar kerja. Jika ingin memenuhi kebutuhan tenaga kerja, semestinya SMK yang diperbanyak di NTB ini. “Kalau cuma sekadar tamat SMA, tanggung, harus masuk kursus lagi untuk keterampilan kerja,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Dikbud NTB resmi akan membuka SMAN 11 Mataram pada tahun pelajaran 2019/2020. Hal itu ditandai dengan adanya kuota siswa baru di SMAN 11 Mataram pada Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB SMA tahun pelajaran 2019/2020.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Rusman dihubungi mengatakan, sebelum SMAN 11 Mataram dibangun, harus terlebih dahulu menerima siswa baru. Dari juknis PPDB tahun pelajaran 2019/2020 tercantum kuota siswa baru di SMAN 11 Mataram sebanyak 6 kelas atau rombongan belajar, dengan total maksimal siswa baru yang akan diterima sebanyak 216 siswa.

SMAN 11 Mataram dibangun untuk memenuhi kebutuhan sekolah negeri, di mana di daerah tersebut sekolah negeri masih sedikit. Nantinya perangkat yang ada di sekolah seperti guru dan pegawai akan disusun oleh Dinas Dikbud NTB. Kepala sekolah akan diisi oleh pelaksana tugas kepala SMAN 11 Mataram. Pihaknya masih mencari sekolah yang pas untuk ditempati sementara oleh SMAN 11 Mataram. (ron)