Pembangunan Rumah Korban Gempa Butuh Waktu Hingga Dua Tahun

Rapat koordinasi percepatan pencairan bantuan stimulan pembangunan rumah korban gempa dipimpin Menko PMK, Puan Maharani di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu, 17 Oktober 2018 sore. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa NTB yang mencapai 204 ribu unit lebih, diperkirakan tuntas dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan.

‘’Secara bertahap tentu kami akan lakukan itu. Dan Maret 2019, insya Allah sebagian besar dari rumah yang akan dibangun telah terbangun,’’ kata Puan usai rapat koordinasi penanganan gempa NTB di Kantor Gubernur, Rabu, 17 Oktober 2018 sore.

Iklan

Hadir dalam rapat tersebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB, Willem Rampangilei dan Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Hadir juga pejabat dari kementerian/lembaga, Bupati/walikota terdampak bencana dan pimpinan OPD Pemprov NTB.

Puan mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga korban gempa tidak mungkin dapat tuntas terbangun keseluruhan selama enam bulan atau sampai Maret 2019.

‘’Tapi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi seperti ini tidak mungkin kita hanya membutuhkan waktu enam bulan. Kurang lebih setahun atau dua tahun kita lakukan sampai semuanya berjalan normal kembali,’’ kata Puan.

Puan mengatakan, rapat koordinasi yang dilakukan untuk memastikan pencairan dana untuk bantuan pembangunan rumah korban gempa di NTB segera dicairkan. Ia mengatakan, pemerintah telah menyederhanakan persyaratan pencairan dana bantuan stimulan tersebut.

Dari semula 17 persyaratan, sekarang sudah bisa disederhanakan menjadi satu lembar saja yang ditandatangani Ketua Pokmas dan PPK BPBD kabupaten/kota. Penyederhanaan itu kata Puan tetap 17 persyaratan dalam satu lembar.

‘’Orang tersebut harus punya rekening di bank. Dan itu sekarang ini berjalan dengan baik. Rekening individu nantinya akan ditransfer ke rekening Pokmas. Yang bertanggung jawab mencarikan solusi, memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang memilih untuk membangun rumah tahan gempa,’’ tandasnya.

Berdasarkan data dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai perbankan yang ditunjuk pemerintah pusat menyalurkan dana bantuan stimulan, sebanyak 10.791 buku tabungan atau penerima bantuan sudah ada dananya di masing-masing rekening penerima.

Dengan rincian, Kota Mataram 1.355 unit rumah, Lombok Barat 379 unit, Lombok Utara 1.478 unit, Lombok Tengah 799 unit, Lombok Timur 1.917 unit, Sumbawa 1.067 unit dan Sumbawa Barat 2.081 unit. Data jumlah rusak yang sudah masuk ke BRI untuk diproses  mendapatkan bantuan stimulan sebanyak 169.412 unit. Buku tabungan yang sudah terbit sebanyak 85.959 buah. Sedangkan buku tabungan yang belum terbit sebanyak 83.453 buah.

Dari 10.791 unit rumah yang sudah siap dananya di BRI, jumlah Pokmas yang terbentuk baru 472 dengan jumlah 3.665 KK. Dengan rincian Kota Mataram 9 pokmas, Lombok Barat 11 Pokmas, Lombok Utara 5 Pokmas, Lombok Tengah 43 Pokmas, Lombok Timur 176 Pokmas, Sumbawa 35 Pokmas dan Sumbawa Barat 193 Pokmas.

‘’Dari 472 Pokmas yang sudah ada di tujuh kabupaten/kota sudah bisa melakukan pencairan dimulai dari kemarin sampai seterusnya. Mulai besok Pokmas sudah bisa mencairkan uangnya,’’ tandas Puan. (nas)