Pembangunan Ruang Perawatan RSUD Sumbawa Diyakini Bisa Tuntas

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pembangunan Gedung Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa terkesan molor. Hingga saat ini persentase pembangunan gedung tersebut masih rendah. Kendati demikian, proyek pembangunan tersebut bisa tuntas hingga masa kontrak berakhir.

Seperti tercantum di papan pengerjaan, kontrak gedung tersebut dimulai sejak 30 Agustus 2016, dengan nilai Rp 5.998.500.000. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan pelaksana proyek PT. Pusuk Indah Lestari. Adapun waktu pelaksanaannya selama 120 hari kalender. Jika dilihat dari kontrak, saat ini sudah hampir dua bulan pengerjaan berjalan. Namun kondisi pengerjaan masih sebatas pondasi. Hal ini muncul asumsi pengerjaan tidak bisa tuntas sesuai waktu konrak.

Iklan

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Selvy didampingi PPK, Ahmad Fauzi yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 27 Oktober 2016 mengakui pembangunan tersebut sudah 10 persen untuk pondasi. Rendahnya persentase pengerjaan bukanlah karena ada permasalahan. Hanya saja sebelumnya pihaknya menunggu pengiriman baja WF untuk kerangka bangunan. Dimana dengan terpasangnya baja tersebut nantinya, maka pembangunan menjadi 42 persen. “Upaya kita kemarin survei langsung ke pabrikasi baja WF. Tadi sudah sampai bajanya. Kalau untuk penggalian pondasi itu memang sedikit persentasenya, sehingga belum kelihatan progresnya. Tapi kalau nanti dengan pemasangan baja ini, pengerjaan menjadi 42 persen,” ujarnya.

Pihaknya tetap optimis pengerjaan Ruang Rawat Inap Kelas III tersebut tuntas sebelum berakhir waktunya. Optimis ini bukanlah tanpa dasar. Mengingat pihaknya tetap melakukan upaya-upaya dalam mempercepat pelaksanaan pengerjaan. “Selama belum berakhirnya waktu pengerjaan, kami tetap punya harapan menuntaskan pekerjaannya,” tukasnya. (ind)