Pembangunan RTG Terhambat, Pemda Lobar Akui Ditinggal Oknum Aplikator Nakal

Joko Marhaendriyanto (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – 4.747 unit Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) belum selesai dibangun. Di antara ribuan ikut RTG ini banyak di antaranya dalam proses pembangunan dan tidak sedikit yang mangkrak akibat ditinggal oknum aplikator nakal. Beberapa RTG yang pengerjaannya mandek inipun sudah ditindaklanjuti oleh BPBD, sehingga aplikator melanjutkan pembangunannya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Lobar, Joko Marhaendriyanto menyebutkan total RTG yang sudah selesai pengerjaan 100 persen sebanyak 66.180 unit atau 91,90 persen. Terdiri dari rusak berat 10.868 unit, rusak sedang 11.889 unit, rusak ringan 42.950 unit dan bangun mandiri 473 unit.

Iklan

Untuk rumah yang on progress, baik itu tengah pengerjaan dan mandek (mangkrak) akibat aplikator nakal. “Jumlah RTG yang on progres fisik rumah, masih pengerjaan, termasuk yang mandek akibat aplikator nakal mencapai 4.747 unit (6,59 persen),” jelasnya, Senin, 3 Agustus 2020.

Pihaknya mendeteksi ada beberapa daerah yang pembangunan RTG mandek, seperti di Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Mekar Sari, ada 10 pokmas. Ditargetkan 2-3 hari bisa dituntaskan. Sedangkan untuk Guntur Macan dan Sigerongan Kecamatan Lingsar belum diatasi, karena kasus menjerat oknum pokmas. Termasuk pengerjaan RTG mandek di Taman Sari Gunungsari. RTG mandek ini masuk kriteria on progres, sehingga persoalannya akan diselesaikan satu per satu. “Kami sudah selesaikan masalah empat pokmas,” imbuh dia.

Selain itu ada 600 unit RTG belum sama sekali dibangun, padahal dananya sudah ada. Dana pembangunan RTG ini masih mengendap di bank. Penyebab kenapa 600 unit RTG ini belum dibangun, karena ada beberapa faktor. Beberapa di antaranya, ada keterlambatan pengambilan buku tabungan diakibatkan personal kurang mengertii dan masih di luar negeri. Ditanya  berapa jumlah anggaran 600 unit RTG ini, pihaknya belum mendapatkan data rincian dari pihak bank.

Sampai kapan ditarget pengerjaan 600 unit RTG ini tuntas, hal ini tergantung dari warga kapan mengambil dana dan buku tabungan. Namun setiap hari ada saja warga yang mengambil, entah itu 2-3 orang. Sesuai target waktu rata-rata diselesaikan sesuai kontrak fasilitator, karena deadline penyelesaian RTG ini sendiri sudah lewat.

“Karena  BNPB men-deadline waktu sampai tanggal 31 Juli lalu, tapi diperpanjang karena fasilitator bisa bekerja tanggal 7 Juli sesuai dengan SK Bupati. Penyelesaian RTG ini empat bulan setelah mulai fasilitator bekerja tanggal 7 Juli lalu, di luar yang diusulkan terakhir, karena itu belum ada dananya,” imbuh dia.

Terkait langkah pro aktif dari BPBD, ujarnya, pihaknya melakukan itu, namun kendala dihadapi di internal. Seperti penempatan fasilitator yang kurang tetap (sesuai). Namun sudah dilakukan perbaikan-perbaikan. Yang jelas pihaknya menjamin hak masyarakat berupa bantuan RTG bisa diterima warga. Ia menambahkan, progres laporan pertanggungjawaban penggunaan dana gempa  juga terus digenjot, karena LPJ yang sudah tercapai (selesai) baru 32.390 KK atau 45,97 persen. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here