Pembangunan RTG Tahap II Berpotensi Molor

IGB. Sugihartha (Suara NTB/nas)

Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) tahap II sebanyak 17.314 unit berpotensi molor. Sementara, Pemerintah Pusat melalui BNPB sudah menargetkan pembangunan rumah bagi korban gempa tahun 2018 tersebut dapat tuntas akhir Desember ini.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. IGB. Sugihartha, M.T., yang dikonfirmasi Senin, 30 November 2020 mengatakan, fasilitator sudah bergerak di lapangan memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas). Namun, ia mengakui bahwa belum ada pekerjaan fisik khusus untuk pembangunan RTG tahap II sebanyak 17.314 unit tersebut.

‘’Untuk tahap I, kita 91 persen sudah selesai. Masih ada 9 persen dalam progres pelaksanaan. Kemudian tahap II, kawan-kawan di lapangan sudah membentuk Pokmas, fasilitator sudah begerak. Tapi belum ada (pembangunan)  secara fisik di lapangan,’’ katanya.

Sugihartha mengatakan, untuk dana pembangunan RTG tahap II, BNPB menjanjikan pencairannya dalam waktu dekat ini. Mengenai adanya potensi pembangunan RTG yang akan molor, pihaknya sudah berkonsultasi dengan BNPB. BNPB menyerahkan ke provinsi jika akan ada perpanjangan waktu lagi.

‘’Dalam waktu dekat saya mau melapor ke Pak Gubernur. Terkait, apakah dimungkinkan untuk perpanjangan waktu lagi,’’ katanya.

Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan RTG tahap II sebesar Rp557,36 miliar. Dengan rincian untuk perbaikan 8.556 rumah rusak berat sebesar Rp427,8 miliar, perbaikan 2.799 rumah rusak sedang sebesar Rp69,975 miliar dan perbaikan 5.959 rumah rusak ringan sebesar Rp59,59 miliar.

Sebanyak 8.556 rumah rusak berat yang akan diperbaiki tersebar di enam kabupaten. Yaitu, Lombok Barat 734 unit, Lombok Tengah 768 unit, Lombok Utara 6.472 unit, Lombok Timur 561 unit, Sumbawa Barat 3 unit dan Sumbawa 18 unit.

Kemudian 2.799 rumah rusak sedang yang akan diperbaiki tersebar di tujuh kabupaten/kota. Yaitu Kota Mataram 384 unit, Lombok Barat 359 unit, Lombok Tengah 706 unit, Lombok Utara 493 unit, Lombok Timur 639 unit, Sumbawa Barat 31 unit dan Sumbawa 187 unit.

Selanjutnya, 5.959 rumah rusak ringan yang akan diperbaiki tersebar di tujuh kabupaten/kota. Yaitu, Kota Mataram 1.024 unit, Lombok Barat 1.197 unit, Lombok Tengah 847 unit, Lombok Utara 199 unit, Lombok Timur  1.420 unit, Sumbawa Barat 227 unit dan Sumbawa  1.045 unit. (nas)