Pembangunan RTG Kekurangan Ribuan Tukang Bangunan

Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Satu per satu masalah digali Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH dalam proses penanganan rumah dampak gempa. Ia mendapat infomasi ada kendala kekurangan ribuan tukang bangunan.

‘’Hasil koordinasi saya dengan Danrem kemarin, kita kekurangan ribuan tukang. Karena jumlah tukang di sini juga terbatas,” kata Ahsanul Khalik kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 8 Mei 2019 kemarin.

Iklan

Menyiasati kekurangan tukang itu, akan didatangkan dari luar daerah. Ia mengaku sudah sepakat dengan Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani soal upaya ini. ‘’Kita akan datangkan 1000 tukang dari luar. Tapi tentu tidak akan mengesampingkan tukang- tukang lokal. Mereka ini akan mengisi kekurangan,’’ katanya.

Tukang yang didatangkan dari luar daerah nanti, diharapkan semakin mempercepat proses pembanguanan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang sudah berjalan. Apalagi progres pengerjaan sudah signifikan. Target 2000 rumah selesai dikerjakan per minggu dapat terpenuhi. Bahkan berdasarkan data update per Rabu kemarin, dalam dua pekan peningkatan pembangunan menjadi 3000 rumah per minggu.

‘’Jadi itu rumah yang rusak sedang, rusak ringan dan rusak berat.  Progresnya cukup signifikan. Estimasi saya, sampai Agustus bisa  sampai 100.000 lebih,’’ sebutnya.  Posisi terbaru jumlah rumah yang selesai dikerjakan mencapai  32.297 unit diperbaiki dan dibangun.  Sementara yang diproses  63.784 unit dan yang masuk dalam tahap  perencanaan  64.656 unit.

Selain masalah tukang, ia juga sedang membenahi pengelolaan anggaran korban gempa yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB RI.  Penggunaan anggaran itu menjadi sorotan karena masuk dalam temuan BPKP. “Masih ada yang dobel nama, tidak tepat sasaran. Ini yang sedang berusaha kita benahi agar tidak jadi temuan lagi,’’ jelasnya.

Kalak juga akan memaksimalkan penyelesaian dana mengendap di rekening masyarakat. Diupayakan segera ditransfer ke rekening Pokmas, sehingga tidak lagi jadi temuan.

Persoalan material juga didengarnya. Masalahnya masih sama, kekurangan pasokan, sepert pasir, bata, kerikil, besi cor, baja ringan. Agar mencukupi pasokan, pihaknya menggelar rapat dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Perkim untuk kendalikan harga material. (ars)