Pembangunan RTG Diperpanjang Tiga Bulan

H. Sahdan (Suara NTB/dok)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memberikan rekomendasi untuk pembukaan blokir dana pembangunan 14.000 rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dengan adanya rekomendasi BNPB tersebut menjadi acuan untuk perpanjangan pembangunan RTG selama tiga bulan ke depan.

‘’Sudah ada rekomendasi dari BNPB untuk membuka blokir. Sekarang tinggal pengerjaan fisiknya,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 1 September 2021.

Iklan

Sahdan menjelaskan dari tujuh kabupaten/kota terdampak gempa bumi 2018 lalu, tiga Pemda yang belum tuntas terkait dengan pembangunan RTG. Yaitu, KLU, Lombok Barat dan Lombok Timur.

Namun, kata Sahdan, sebenarnya tinggal KLU yang belum tuntas pembangunan RTG. Sedangkan Lombok Barat dan Lombok Timur sebenarnya sudah selesai, tinggal menunggu hasil validasi data saja.

‘’Kalau Lobar sama Lombok Timur terkait data saja. Secara teknis sudah selesai. Cuma ada beberapa data yang belum klop. Sehingga kita anggap sudah selesai,’’ terangnya.

Lombok Barat dan Lombok Timur ringgal menunggu SK validasi dari bupati setempat. Hal ini menjadi dasar untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pembangunan RTG.

‘’Kita harapkan sampai Desember sudah selesai LPJ. Kalau fisik tinggal KLU saja. Karena diblokir uangnya kemarin. Sehingga dia tidak bisa kerja. Kalau yang lain sudah selesai, tinggal LPJ saja,’’ ujar mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini.

Dengan adanya rekomendasi dari BNPB mengenai pembukaan blokir dana RTG untuk KLU. Sahdan mengatakan menjadi dasar gubernur untuk perpanjangan penyelesaian pembangunan RTG tiga bulan ke depan.

‘’Perpanjangan sampai November, tiga bulan. Harus selesai dalam jangka perpanjangan tersebut. Dan sudah tak ada lagi penambahan data, sudah selesai,’’ pungkasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional