Pembangunan RTG Diperpanjang Empat Bulan

IGB. Sugihartha (Suara NTB/ist)

Dana rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sebanyak 17.314 rumah korban gempa NTB tahap II sudah dicairkan Pemerintah Pusat. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., telah memperpanjang jangka waktu pembangunan rumah tahan gempa (RTG) selama empat bulan ke depan.

“Sudah diperpanjang. Bencana ini skala provinsi karena ada di tujuh kabupaten/kota terdampak. Sehingga yang menetapkan untuk perpanjangan itu adalah gubernur,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Ir. IGB. Sugihrtha, M.T., ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 29 Desember 2020.

Jumlah RTG yang akan dibangun untuk tahap kedua sebanyak 17.314 unit dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp557,365 miliar. Dengan rincian, rusak berat 8.556 unit, rusak sedang 2.799 unit dan rusak ringan 5.959 unit.
Untuk rumah rusak berat membutuhkan anggaran Rp427,8 miliar, rusak sedang Rp69,975 miliar dan rusak ringan Rp59,59 miliar. “Untuk dana tahap II sudah sampai di daerah. Sudah dicairkan kemarin. Jadi, untuk tahap II seluruhnya sudah dicairkan kemarin,” terang Sugihartha.

Ia menjelaskan perpanjangan waktu pengerjaan RTG ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi yang dilakukan beberapa kali oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Setiap minggu kami ada rapat koordinasi baik itu BNPB, provinsi dan kabupaten/kota. Dari rapat-rapat koordinasi itu disimpulkan kita perlu menambah waktu lagi. Meskipun di beberapa kabupaten/kota ada beberapa yang minta perpanjangan sampai 6 bulan,” ungkapnya.
Meskipun ada kabupaten/kota yang mengusulkan perpanjangan waktu hingga 6 bulan. Namun disepakati, perpanjangan waktu pembangunan RTG selama empat bulan. Artinya, pada bulan April 2021, pembangunan sebanyak 17.314 RTG harus tuntas.

“Kita berharap semua tuntas di bulan April. Kalau kawan-kawan di lapangan yang membentuk Pokmas dan masyarakat melaksanakan cepat, tukangnya banyak. Saya kira April selesai semua,” ujarnya.

Sementara mengenai ditariknya pasukan zeni TNI dari NTB yang selama ini membantu dalam percepatan pembangunan RTG. Sugihartha mengatakan tidak akan mempengaruhi dalam upaya percepatan pembangunan RTG tahap kedua.

Karena, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Danrem 162/WB, akan diberdayakan pasukan TNI dari Kodam Udayana untuk membantu percepatan pembangunan RTG. “Tetap nanti kita akan didampingi oleh TNI/Polri. Cuma ini tak banyak seperti pembangunan RTG tahap pertama,” katanya. (nas)