Pembangunan RS Internasional Mandalika, Dilengkapi Heliped, Ambulans Sesuai Standar Dorna Sport

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) memastikan tiga proyek utama di NTB mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketiga proyek utama atau major project tersebut selain Science Technology and Industrial Park (STIP) serta rehabilitas hutan dan lahan kritis, adalah lanjutan pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional Mandalika.

Pembangunan RS Internasional Mandalika diperkirakan menelan anggaran ratusan miliar yang sudah mulai dikerjakan sejak 2020 lalu. Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., menjelaskan pada tahun 2020 lalu, RS Internasional Mandalika dibangun lewat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp40 miliar. Anggaran sebesar itu dipergunakan untuk pembangunan fisik bangunan utama RS Internasional Mandalika, yang sudah tuntas dikerjakan Desember 2020.

Iklan

Kemudian, tahun 2021, RS Internasional Mandalika mendapatkan dukungan anggaran dari Kemenkes lewat DAK sebesar Rp51 miliar. Dukungan anggaran sebesar Rp51 miliar ini akan dipergunakan untuk pengadaan alat-alat kesesehatan (Alkes) RS Internasional Mandalika yang akan mendukung perhelatan MotoGP Mandalika 2021.

‘’Ratusan miliar memang anggaran yang dibutuhkan untuk benar-benar tuntas. Tapi share dari Kemenkes sudah ada, sebesar Rp51 miliar tahun ini. Untuk alkes saja. Sisanya nanti tahun berikutnya, sudah masuk proyek utama 2022,’’ kata Eka dikonfirmasi, Rabu, 24 Februari 2021.

Eka menyebutkan sisa anggaran yang dibutuhkan menuntaskan pembangunan RS Internasional Mandalika sekitar Rp17 miliar lagi. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan landscape, helipad dan operasional lainnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini mengatakan pada tahun 2021, NTB sudah mendapat anggaran lewat DAK Kesehatan sebesar Rp51 miliar untuk pengadaan alkes RS Internasional Mandalika. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah anggaran itu termasuk yang dipotong atau tidak untuk penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat.

Eka menambahkan, RS Internasional Mandalika, selain dilengkapi helipad. Ambulans yang digunakan juga minimal ada satu yang kelas A sesuai dengan standar yang ditetapkan Dorna Sport sebagai penyelengara MotoGP Mandalika.

Untuk ambulans kelas A, kata Eka, memang harganya mencapai miliaran rupiah. Beda dengan ambulans biasa yang harganya Rp250 juta per unit.  ‘’Kalau ambulans kelas A, itu sudah miliaran harganya. Dan minimal satu kita punya,’’ katanya.

Terkait manajemen RS Internasional Mandalika, Eka mengatakan Gubernur telah menandatangani SK tentang kelembagaannya. Dan sekarang sedang disusun bersama Dikes dan BKD NTB.

Begitu juga mengenai tenaga-tenaga kesehatan yang akan bertugas di sana. Eka mengatakan, sudah dilakukan rekrutmen dalam seleksi CPNS beberapa waktu lalu. Mereka saat ini masih dipekerjakan di RSUD NTB. RS Internasional Mandalika dibangun di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional