Pembangunan Proyek Harus Matang

Bangunan agrowisata di Desa Kekait ini mangkrak. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Mangkraknya bangunan agrowisata senilai Rp1,4 miliar di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari menjadi sorotan DPRD Lombok Barat (Lobar). DPRD menilai, mangkraknya bangunan ini akibat perencanaan tidak matang. OPD hanya asal dapat proyek dari pusat, akan tetapi tidak direncanakan secara matang sebelumnya. Pihak DPRD pun akan memanggil para pihak terkait mengklarifikasi soal bangunan mangkrak tersebut.

Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah mengatakan seharusnya dalam pembangunan sebuah proyek memiliki perencanaan jauh sebelumnya, sehingga adanya bangunan itu bisa dimanfaatkan dan terintegrasi. “Seharusnya sebelum dibangun sudah ada perencanaan dan koordinasi matang,” sarannya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Iklan

Tidak mungkin kata dia, akibat lokasi itu ada di pinggir tebing lalu itu menjadi alasan bangunan sulit difungsikan. Terkait kendala bahwa bangunan belum diserah terimakan, sehingga desa maupun kelompok masyakarat belum bisa mengoperasikannya. Kaitan dengan itu pihaknya akan meminta kades untuk mempercepat. “Nanti kami akan dorong,” tegas dia.

Kaitan kasus proyek mangkrak tersebut, menurut politikus Partai Gerindra itu banyak program dari pusat baik Berupa DAK. Dan Pemda melalui OPD terkait mencari program dari pusat, namun tanpa perencanaan jauh-jauh sebelumnya. Sehingga ketika program itu diberikan pusat, asal OPD dapat saja. “Asal dapat program itu, tapi belum direncanakan baik itu tempatnya, lokasi dan segala macam,”tegas dia. (her)