Pembangunan Pendopo Bupati Loteng Habiskan Anggaran Rp14 Miliar

Maket Pendopo Bupati Loteng yang baru. Tahun ini Pemkab Loteng telah menganggarkan Rp 14 miliar untuk tahap pertama pembangunan rumah dinas bagi Bupati Loteng ini.

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) tahun ini telah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp14 miliar untuk membiayai pembangunan pendopo (rumah dinas) Bupati Loteng yang baru dengan tahapan pembangunan direncanakan selama dua tahun.

Hal itu diungkapkan Kabid. Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, M. Supriadin, kepada Suara NTB, Selasa,  9 April 2019.

Iklan

Ia menjelaskan, untuk total kebutuhan anggaran pembangunan Pendopo Bupati Loteng lebih besar. Namun yang sudah masuk dalam pagu APBD Loteng tahun 2019 ini baru Rp 14 miliar. “Kalau kebutuhan total pembangunan pendopo Bupati Loteng sendiri lebih besar lagi. Jadi anggaran yang Rp 14 miliar ini hanya untuk tahap awal saja. Dari dua tahap pembangunan yang direncanakan,” ujarnya.

Rencananya pembangunan fisik akan dimulai pada bulan Juni mendatang, mengingat proyek tersebut bukan rehab, tapi bangun yang baru, sehingga pembangunan diupayakan lebih cepat, karena harus mulai dari pondasi paling bawah.

Supriadin menjelaskan, lokasi pembangunan pendopo Bupati Loteng yang baru tersebut melingkupi area pendopo yang lama ditambah lahan baru di sekitar pendopo lama yang saat ini sedang dalam proses pembebasan. Sehingga nantinya, pendopo Bupati Loteng menjadi satu kompleks terpadu.

Besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pendopo Bupati Loteng yang baru tersebut, karena selain bangunan rumah dinas ada juga fasilitas tambahan lain yang juga akan dibangun. “Jadi konsepnya pendopo Bupati Loteng yang baru ini benar-benar berbeda dengan konsep bangunan lama,”  klaimnya.

Lebih lanjut Sopo – sapaan akrab Kabid. Cipta Karya Dinas PUPR Loteng ini, pembangunan pendopo Bupati Loteng tersebut dilakukan untuk mengimbangi perkembangan Kota Praya dan Loteng pada umumnya. Mengingat, saat ini Loteng perkembangannya begitu pesat dan penataan Kota Praya juga sudah mulai berjalan.

“Perkembangan pesat yang dialami Loteng beberapa tahun ke depan harus pula diimbangi dengan penyiapan fasilitas pemerintah yang memadai, sehingga berimbang perkembangan wilayah dengan fasilitas pemerintahan yang ada,” tegas Supriadin. (kir)