Pembangunan Pelabuhan Pariwisata Ampenan Tunggu Hasil Studi Kelayakan

Mataram (Suara NTB) – Pelabuhan pariwisata yang rencananya akan dibangun di Ampenan hingga saat ini masih menunggu hasil studi kelayakan yang sedang dilakukan pihak investor. Pelabuhan yang akan menjadi akses penghubung Pulau Bali dan Lombok atau Teluk Benoa-Ampenan ini dibangun untuk mempermudah akses wisatawan dari dua daerah ini.

Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan pembangunan pelabuhan pariwisata ini akan dilaksanakan investor dari Bali. Setiap wisatawan yang berasal dari Bali bisa lebih cepat sampai di Pulau Lombok. Pelabuhan ini nantinya dikhususkan untuk kepentingan pariwisata.

Iklan

“Ada investor yang tertarik untuk itu dan kami sudah berkomunikasi dengan investor tersebut,” ujarnya. Pemkot Mataram disampaikan Martawang juga mempersilahkan investor melakukan survei dan studi kelayakan. Pihaknya juga sangat mendukung pembangunan pelabuhan pariwisata ini.

Sementara ini, pihak investor telah menyanggupi untuk menangani urusan laut. Sementara urusan akses di daratan menjadi tanggung jawab Pemkot Mataram. “Saya pikir tidak ada hal yang tidak mungkin untuk itu. Tinggal riilnya itu kapan tentu setelah pihak investornya clear melakukan kajian-kajian yang berhubungan dengan veasibility study juga (studi kelayakan),” ujarnya.

Belum lama ini pihak investor bertemu dengan Wakil Walikota Mataram. Dalam kesempatan tersebut investor menunjukkan pendekatan teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan pelabuhan. Pelabuhan ini nantinya akan dikhususkan untuk kapal dengan skala kecil atau kapal cepat wisatawan.

“Bukan kapal besar, tapi kapal wisatawan yang cepat itu yang bisa memperpendek jarak penghubung antara Pulau Bali dan Pulau Lombok,” jelasnya. Pelabuhan ini dimaksudkan membangun interkoneksitas dalam rangka memberikan kemudahan bagi para wisatawan.

Martawang menyampaikan anggaran yang disiapkan pihaknya untuk mendukung pembangunan pelabuhan belum diputuskan karena masih menunggu kesepakatan dengan investor. Dengan pelabuhan ini menurutnya dapat menjadi bagian upaya revitalisasi kota tua Ampenan dan bisa memberikan dampak berantai bagi perekonomian warga sekitar. “Ini saya kira bukan mimpi dan akan jadi kenyataan,” pungkasnya. (ynt)