Pembangunan Pelabuhan Kilo Masuk Program Prioritas di Kemenhub

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada rapat secara daring tentang percepatan pembangunan NTB dalam mendukung KEK Mandalika yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan bersama beberapa Menteri, Gubernur NTB, dan Para Bupati se NTB, Selasa, 24 Agustus 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo masuk dalam program prioritas pembangunan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Secara teknis dan kelayakan, pelabuhan Kilo paling layak. Saat ini Kemenhub sedang menyelesaikan survey investigasi design (SID) pembangunan pelabuhan.

Hal itu disampaikan langsung Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada rapat secara daring tentang percepatan pembangunan NTB dalam mendukung KEK Mandalika yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan bersama beberapa Menteri, Gubernur NTB, dan Para Bupati se NTB, Selasa, 24 Agustus 2021. “Berdasarkan penilaian pada aspek tata ruang, teknis, ekonomi, lingkungan, dan keselamatan pelayaran, dipilih alternatif 1 dengan bobot fisibilitas status tanah, dampak lingkungan, aktivitas kepelabuhanan eksisting, dan keselamatan pelayaran paling layak,” katanya.

Iklan

Alternatif 1 dari studi kelayakan pembangunan pellabuhan Kilo, karena tidak terdapat pemukiman di sekitarnya. Sebagian besar kawasan merupakan kawasan perkebunan kelapa, kondisi jalan akses dari dan ke pelabuhan di Desa Mbuju dapat dikatakan baik, dan akses menuju pelabuhan dengan jalan aspal 5 meter. “Saat ini kita sedang dalam tahap penyelesaian SID-nya,” ungkapnya.

Di Kabupaten Dompu saat ini sudah beroperasi pelabuhan Calabai dan pelabuhan Soro Kempo. Pelabuhan ini bukan sebagai pelabuhan eksisting, dan sistem bongkar muatnya masih menggunakan sistem tradisional. “Selain rencana pembangunan pelabuhan Kilo, kita juga akan melengkapi pelabuhan yang ada untuk peralatan bongkar muat agar tidak terjadi antrian kapal yang panjang seperti saat ini,” kata Budi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Ir Syarifuddin usai mendampingi Bupati dan wakil Bupati dalam rapat daring bersama Menko Kemaritiman mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan Kilo ini sudah diputuskan sejak rapat bersama di Kementerian Kemaritiman 17 September 2016 lalu. Menteri Perhubungan saat itu langsung menyetujui tentang rencana pembangunan pelabuhan Kilo, tapi saat itu masih dilengkapi beberapa persyaratan teknis, termasuk merampungkan proses pembebasan lahan seluas 34 ha yang menjadi kewajiban pemerintah daerah (Pemda) Dompu. “Semua persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap. Sekarang tinggal menunggu SID yang direncanakan sampai Desember 2021,” kata Syarifuddin.

Bupati bersama Ketua DPRD Dompu, kata Syarifuddin, sangat konsen terhadap rencana pembangunan pelabuhan Kilo. Pengambil alihan pelaksanaan SID oleh Kementerian Perhubungan ini merupakan hasil audiensi Bupati bersama Ketua DPRD Dompu di dirjen perhubungan Kementerian Perhubungan. “Setelah SID ini rampung, kita berharap ini bisa kita kawal bersama untuk segera dimulai pembangunan fisik pelabuhan,” harap Syarifuddin.

Begitu juga dengan fasilitas pendukung untuk bongkar muat pelabuhan Soro dan Calabai, sesuai janji Kementerian perhubungan untuk melengkapinya segera. Sehingga pelabuhan – pelabuhan ini dapat secara maksimal diberdayakan. (ula)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional