Pembangunan Pasar Modern dan Ruko Dapat Gusur PKL

Mataram (suarantb.com) – Pembangunan pasar modern maupun ruko di Kota Mataram dikhawatirkan dapat menggusur keberadaan para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL). Hal ini disampaikan Ketua APKLI NTB. H. Masbukhin saat menghadiri diskusi ekonomi NTB dan peluncuran Mingguan Ekbis NTB, Kamis, 11 Agustus 2016 di Hotel Golden Palace.

“Karena dianggap pedagang-pedagang kaki lima ini mulai sukses, maka toko-toko meminta untuk mengambil lahan kami. Karena mereka yang mau berjualan,” jelasnya.

Iklan

Mengantisipasi persoalan ini, pihaknya meminta kepada pemerintah agar mengeluarkan regulasi atau aturan-aturan yang memihak kepada PKL. Menurutnya PKL ini merupakan peluang besar yang dapat memunculkan ribuan pengusaha baru, kendati dengan penghasilan kecil.

Masbukhin juga mengeluhkan bahwa tidak banyak lembaga jasa keuangan yang tertarik menyasar PKL terkait pemberian pinjaman modal. Padahal menurutnya para pengusaha kecil termasuk PKL sangat amanah dan takut tidak membayar hutang.

Ia juga menerangkan pascapelaksanaan MTQ Nasional di Kota Mataram, PKL semakin menjamur. Namun demikian, pihaknya tidak dapat memberikan pelayanan lebih selain menjamin keamanan para pedagang. Oleh karenanya, ia meminta uluran tangan pemerintah untuk menjamin kesejahteraan para pedagang kaki lima tersebut.

“Jadi asosiasi pedagang kaki lima NTB hanya minta regulasi pemerintah. Soal uang, kami cari sendiri,” tandasnya. (rdi)

  Belum Ada Desa di KLU Serahkan Laporan DD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here