Pembangunan Pasar Mandalika Digenjot

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram meminta rekanan menggenjot pengerjaan proyek fisik pembangunan pasar Mandalika. Pekerjaan senilai Rp 5,7 miliar dikerjakan oleh Niat Karya dengan nilai kontrak Rp 4,8 miliar lebih.

Pantauan Suara NTB, Minggu, 12 November 2017, konstruksi bangunan pasar persis berdekatan dengan pasar swasta itu, baru dipasang rangka baja. Bagian atap belum dikerjakan. Beberapa kios turut dibangun belum sempurna. Hanya tersusun bata merah belum diplester.

Iklan

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengaku, di kuartal terakhir proyek Pasar Mandalika tengah digenjot pengerjaannya. Akan tetapi, ia menolak memberikan penjelasan detail upaya apa dilakukan mempercepat konstruksi bangunan tersebut. “Besok saja pas jadi dilihat. Ini belum apa – apa,” kata Alwan.

Revitalisasi Pasar Mandalika ini kali kedua. Setelah di tahun 2015 juga dikerjakan oleh rekanan yang sama.  Niat Karya memenangkan tender paket senilai Rp 6 miliar dengan nilai penawaran Rp 5,2 miliar lebih.

Alwan mengakui konstruksi bagian atap pasar belum rampung. Rekanan memiliki waktu sebulan lebih untuk menyelesaikan. Kemungkinan pengerjaan terkendala cuaca sehingga molornya pekerjaan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Pekerjaan tidak selesai tepat waktu dikenakan denda. “Kalau telat di denda,” cetusnya.

Revitalisasi Pasar Mandalika kali kedua ini, diharapkan lebih representatif seperti yang dibangun 2015 lalu. Los pasar ukurannya harus lebih besar dari sebelumnya. Sebab, pedagang tidak bisa menyimpan barang mereka jika pola konstruksinya sama.

“Harapan kita lebih baiklah. Tidak kayak dulu, sempit,” keluh Zahra, seorang pedagang.

Hal senada disampaikan Furqon. Ia juga mengharapkan pasar diprioritaskan bagi pedagang lama berjualan. Pembangunan oleh pemerintah harus bersamaan dengan fasilitas lainnya. Sebab, hujan seperti saat ini, jalan becek dan genangan di sana – sini.

“Coba lihat jalan becek,” keluhnya sambil menunjukkan genangan air di depannya.

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana sebelumnya meminta organisasi perangkat daerah, di kuartal terakhir agar mempercepat seluruh pekerjaan terutama proyek fisik mereka. Ia tidak mau terjadi keterlambatan, sehingga program pemerintah tidak bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Saya sudah ingatkan SKPD segera menyelesaikan pekerjaannya. Terutama pekerjaan fisik,” tandasnya. (cem)