Pembangunan Monumen Mataram Metro Selesai Tahun Ini

Proyek Monumen Mataram Metro (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Selasa, 5 Maret 2019 mengekspose rencana pembangunan Monumen Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru. Ekspose digelar di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, secara tertutup dan dijaga ketat oleh anggota Satpol PP.

Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Asisten II Ir. H. Mahmuddin Tura, Kepala Dinas PUPR Miftahurrahman, perwakilan Balai Jalan Nasional (BJN) IX Mataram, perwakilan Dinas PUPR NTB serta pimpinan OPD dan camat.

Iklan

Miftah mengatakan, ekspose pembangunan monumen sifat skematik. Konsep besarnya di kawasan itu terintegrasi antara gerbang, monumen dan rencana membangun hutan kota. “Konsep besarnya sesuai arahan Pak Wali, supaya dua tahun bisa dilaksanakan,” kata Miftah.

Pembangunan monumen ini termasuk tahap ketiga. Proyek itu mulai dikerjakan tahun 2017 dengan anggaran Rp2 miliar. Dari anggaran Rp2 miliar hanya menyelesaikan bagian pondasi dan strukturnya saja. Dan, berlanjut di tahun 2018 dengan nilai anggaran Rp1,5 miliar. Anggaran besar itu pun hanya menyempurnakan struktur sebelumnya.

Tahun ini, Dinas PUPR kembali menganggarkan Rp11 miliar untuk merampungkan konsep sebelumnya. Miftah menambahkan, pelibatan OPD teknis, BJN dan Dinas PUPR NTB merupakan bagian dari koordinasi awal. Artinya, detail pembangunan ke depannya tidak ada lagi permasalahan.

Pihaknya menerima masukan dari BJN, bahwa keberadaan fungsi semi tol tidak boleh banyak hambatan. Sehingga, jalur lambat akan dibuat tidak boleh mengganggu hutan kota. “Catatan lainnya mempertimbangkan under pass di gerbang,” tambahnya.

BJN demikian kata Miftah, akan berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, terkait rekomendasi pengerjaan detail proyek. Namun demikian, lelang proyek ini tetap berjalan. Dan, dipastikan tidak akan mengganggu proses administrasi.

Kasubag TU Balai Jalan Nasional IX Mataram, Menge memberi catatan terhadap pembangunan monumen tersebut. Pertama, Pemkot Mataram diminta mengekspose detail pembangunan baik masterplan maupun struktur. Hal ini belum dijelaskan oleh Dinas PUPR, sehingga perlu didiskusikan kembali dengan Kementerian PUPR.

Kedua, pembangunan konstruksi menggunakan jalan nasional. Perlu juga dipikirkan pengguna jalan. Ketiga, pembangunan monumen jangan memotong jalur utama. “Kita kasih masukan supaya tidak memotong jalan utama,” tandasnya.

Walikota menambahkan, pihaknya ingin mempercepat pembangunan monumen di Jalan Lingkar Selatan. Harapannya, ini menjadi ikon baru Kota Mataram. “Saya ingin segera diselesaikan supaya ada ikon yang dipunya oleh Kota Mataram,” tandasnya.

Anggaran pembangunan monumen telah disiapkan. Termasuk pembangunan under pass yang terintegrasi pembangunan hutan kota. Konsepnya, akan dibangun rest area dan taman. Ini akan memberi peluang bagi usaha kecil menengah. (cem)