Pembangunan Literasi Masyarakat, Upaya Tingkatkan Daya Saing Daerah

Kepala Perpustakaan Nasional, H. Muhammad Syarif Bando bersama Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah saat Penandatanganan Nota Kesepakatan Perpustakaan Nasional RI. dengan 10 Perguruan Tinggi se Pulau Sumbawa, Rabu, 6 Oktober 2021.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penguatan peran sisi hulu guna meningkatkan indeks literasi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemerintah daerah tentang pentingnya pembangunan literasi masyarakat dalam meningkatkan daya saing daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. H. Muhammad Syarif Bando, M.M  saat memberikan sambutan pada acara Talk Show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Menurutnya, pemerintah terus meneguhkan komitmen untuk berinvestasi dalam pembangunan manusia dan menempatkan pendidikan dan sektor sosial-budaya, termasuk literasi pada posisi sentral dalam kebijakan dan program pembangunan nasional. Bangsa dengan kemampuan literasi yang tinggi adalah bangsa yang menjadikan perpustakaan sebagai institusi terpenting yang mempunyai peran sentral dalam membangun literate society. “Dalam konteks ini, perpustakaan harus dijadikan wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, masyarakat literasi, merupakan pendukung efektif bagi berkembangnya budaya belajar. Perpustakaan yang baik seharusnya bisa berfungsi sebagai pusat pembelajaran, bahkan sebagai agen perubahan (agent of change) bagi masyarakat. Keberadaan perpustakaan sangat diharapkan untuk dapat berperan sebagai agen pengembangan modernisasi masyarakat. Kondisi semacam itu hanya bisa ditemui ketika masyarakat memiliki budaya baca yang tinggi. Keberadaan perpustakaan tidak akan berpengaruh dalam masyarakat yang memiliki budaya baca rendah.  Selain menyediakan sumber bahan bacaan, perpustakaan memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Dalam perspektif itulah, perpustakaan berperan sebagai institusi pelopor gerakan literasi untuk kesejahteraan. Literasi telah diadopsi sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan yang punya dampak sosial ekonomi. Literasi juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi yang membawa kesejahteraan.

“Guna mewujudkan masyarakat yang berliterasi dan meningkatkan peran literasi untuk kesejahteraan, perpustakaan melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial. Transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” ungkapnya.

Persoalan rendahnya budaya baca, lanjutnya, berdampak pada rendahnya literasi masyarakat Indonesia harus dipahami secara komprehensif, tidak parsial. Sisi hilir yang menjadi imbas dari permasalahan di sisi hulu mengakibatkan kekurangsediaan bahan bacaan hingga pendistribusian bahan bacaan yang kurang tepat sasaran. Bahan bacaan hanya tersentral di beberapa kota-kota besar, tidak merata. Pertumbuhan literasi jelas mengalami perlambatan. Melihat fakta lapangan yang terjadi, mau tidak mau pemerintah, penerbit, masyarakat, maupun stakeholder lain harus duduk bersama mengatasi permasalahan tersebut sehingga perwujudan SDM Unggul Indonesia Maju bisa terealisasi secepatnya. “Belum idealnya kondisi literasi masyarakat Indonesia adalah fakta dan kenyataan. Karena itu, persoalan literasi Indonesia bukan berbicara tentang rendahnya literasi masyarakat yang selama ini dijadikan alat penghakiman dari dunia internasional, namun bersoal pada rendahnya peran sisi hulu,” jelasnya.

Karenanya, ia kembali menekankan  pentingnya bagi siapapun memiliki kemampuan literasi yang baik. Apabila SDM berkualitas dan berdaya saing sudah tercipta, maka itu sudah menjadi garansi bagi perputaran roda ekonomi bangsa serta menjadi rumusan pelaksanaan kebijakan pembangunan nasional di bidang perpustakaan dan literasi masyarakat. (ind)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional