Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau, Pemprov Siapkan Anggaran Rp18 Miliar

H. Ridwan Syah (Suara NTB/nas)

PEMBANGUNAN kawasan industri hasil tembakau (KIHT) di eks Pasar Paokmotong Lombok Timur (Lotim) masih terganjal persoalan lahan. Padahal, Pemprov sudah menyiapkan anggaran melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp18 miliar.

‘’Kita sudah rapat dengan Pemda Lombok Timur, sudah ada kesepakatan. Cuma mungkin secara administrasinya belum selesai,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.TP., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 20 Mei 2021.

Iklan

Ridwan menjelaskan, Pemprov dan Pemda Lotim sudah bersepakat untuk sama-sama menghibahkan lahan. Pemda Lotim akan menghibahkan lahan yang dulunya eks Pasar Paokmotong sebagai lokasi pembangunan KIHT.

Sementara, Pemprov NTB juga akan menghibahkan lahan ke Pemda Lotim. Namun, Ridwan tak menjelaskan lahan milik Pemprov yang akan dihibahkan ke Pemda Lotim.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, kata Ridwan, mestinya tidak ada lagi yang menjadi persoalan mengenai pembangunan KIHT tersebut. ‘’Karena waktu itu sudah ada kesepakatan dan itu sejak setahun yang lalu. Makanya kenapa kita pilih di situ karena sudah ada kesepakatan,’’ terangnya.

Ia menyebut anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan KIHT di Lotim sekitar Rp18 miliar. Anggarannya bersumber dari DBHCHT tahun 2021. ‘’Tahun ini kita bangun. Sudah kita rapatkan berkali-kali dangan Pemkab Lotim. Cuma memang proses administrasi hibah lahannya yang belum selesai. Tahun ini sudah ada uangnya Rp18 miliar untuk KIHT,’’ sebutnya.

Pembangunan KIHT diharapkan dapat meningkatkan produksi 41 UKM tembakau di Lotim.  Rencana pembangunan KIHT ini akan dibangun di lahan eks Pasar Paokmotong yang dinilai berdampak baik untuk pendapatan daerah dan stabilitas pasar tembakau. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional