Pembangunan Jembatan Darurat di Daerah Banjir Terus Dikebut

Selong (Suara NTB) – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat kepolisian dan TNI Angkatan Darat terus mempercepat proses pembangunan jembatan darurat Dusun Barito Desa Sambelia. Pantauan terakhir terlihat alat berat masih bekerja menuntaskan pembangunan jembatan utama yang menghubungkan dengan seluruh wilayah se Kecamatan Sambelia ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dedi Irawan DL kepada Suara NTB, menjelaskan, jembatan darurat akibat oprit jembatan Sambelia yang putus akibat terjangan banjir ini diutamakan pembangunannya. Pasalnya, jembatan ini menjadi jalur utama untuk bisa masuk ke daerah-daerah Sambelia dan titik banjir lainnya.

Iklan

“Jembatan darurat Sambelia, Insya Allah tuntas hari ini (kemarin, red) dan diharapkan mulai bisa dilewati besok (hari ini),” ungkapnya.

Selain Sambelia, sedang diupayakan juga pembangunan jembatan darurat di Kemong 2 menuju Dusun Peteran Desa Dadap. Harapannya, pembuatan jembatan darurat ini bisa rampung pada Sabtu mendatang.

Sesuai rencana penanganan tanggap darurat pascabanjir bandang Sambelia ini sampai tanggal 19 Februari mendatang. Di mana masa tanggap darurat 10 hari pascabanjir melanda sejak Kamis dini hari pekan lalu.

Saat ini, belum mulai dibicarakan mengenai pembangunan fisik jembatan baru. Jembatan yang menjadi kewenangan kabupatan adalah Damrah Dara Kunci dan Kemong 2. Hitung teknis sementara untuk Damrah Kemong 2 dengan bentangan 30 meter dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar.

Informasinya, jembatan utama Sambelia yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi akan dibangun kembali dengan estimasi dana Rp 23 miliar.

Ditambahkan, dikarenakan belum terbangunnya jembatan Sambelia ini, jembatan dan damrah yang rusak di Dara Kunci, dan titik lainnya belum bisa disentuh. Harapannya dalam waktu dekat alat berat sudah bisa dimasukkan.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lotim Ahmad Subhan, mengaku, jumlah penduduk yang terkena dampak banjir bandang Sambelia ini mencapai 2.705 Kepala Keluarga (KK).

Mereka tersebar di enam desa, yakni tiga dusun di Desa Sambela, Gubuk Daya, Gubuk Lauq dan Barito sebanyak 181 KK, Desa Bagik Manis ada 2 KK, Desa Sugian sebanyak 761 KK yang tersebar di enam kekadusan yakni Dasan Baru, Kokok Pedek, Sugian Lauq, Sugian Baru,  Sugian dan Tekalok.

Terbanyak di Desa Dara Kunci sebanyak 1.729 KK yang terpapar di delapan dusun, Sandongan, Sandongan Barat, Dara Kunci, Menanga Reak, Menanga Reak Timur, Koloh Sepang dan Batu Sela. Sedangkan Desa Dadap di dua dusun, yakni Dusun Kokok Rajak dan Timburan sebanyak 31 KK. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here