Pembangunan Jalur Lingkar Selatan Loteng Dihentikan

Praya (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB memutuskan menghentikan sementara waktu pengerjaan ruas jalan lingkar selatan Lombok Tengah (Loteng). Menyusul adanya laporan polisi yang dilayangkan oleh PT Erco, ke Polda NTB terkait penggunaan lahan milik perusahaan di wilayah Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat oleh Dinas PU NTB.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas PU NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, dalam rapat koordinasi dengan Pemkab Loteng, Jumat, 19 Agustus 2016.

Iklan

Diakuinya, pengerjaan ruas jalan ditargetkan selesai pada Bulan September mendatang. Namun karena ada persoalan hukum, target penyelesaian ruas jalan dipastikan tidak akan bisa tercapai. Menurutnya, di sepanjang jalur lingkar selatan Loteng ada tiga investor yang tanahnya terkena pembangunan jalan. Termasuk PT. Mitra alam dan ada satu investor lainnya. Sebelumnya jalan tersebut dibangun, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan ketiga perusahaan pemilik lahan, jika lahan milik perusahaan yang terkena proyek pembangunan jalan akan dihibahkan. Di mana proses administrasi akan diselesaikan sembari proyek berjalan.

Namun pada kenyataan, ditengah perjalanan ketika memasuki lahan milik PT. Erco, proyek dihentikan. Lantaran PT. Erco memprotes desain jalan yang dibangun tidak sesuai keinginan pemilik lahan. Atas protes tersebut, Dinas PU NTB kemudian melakukan perbaikan. Tetapi tetap tidak diterima oleh pihak perusahaan. Sampai akhirnya pihak PT. Erco melaporkan Dinas PU NTB ke Polda NTB. “Jadi ketika jalannya tersebut mau diaspal, baru muncul persoalan,” ujarnya.

Pihaknya dalam hal ini sebenarnya sangat menyayangkan sikap PT. Erco yang menghentikan pengerjaan proyek ketika proyek sudah berjalan. “Atas persoalan tersebut, kita sebenarnya sudah beberapa kali memanggil PT. Erco. Namun tidak pernah mau hadir untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” akunya.

Padahal, lanjutnya, keberadaan jalan ini sangat penting untuk mendukung pengembangan kawasan Mandalika sekaligus membuka ketertinggalan daerah-daerah yang ada diwilayah Loteng bagian selatan yang selama ini belum tersentuh perbaikan jalan.

“Kita tidak mau ada persoalan sesungguhnya. Kalau memang pihak PT. Erco menginginkan cara penyelesaian lahan lainnya kita siap. Asalkan ada pembicaraan terlebih dahulu,” tandasnya.

Menyikapi persoalan ini, Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP mengaku akan berupaya keras membantu. Walaupun persoalan ini, melibatkan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas PU NTB dengan PT. Erco. Apalagi Pemkab Loteng dalam hal ini juga berkepentingan. Alasannya, jalan ini menyangkut hajat hidup masyarakat Loteng bagian selatan. “Nanti akan kita coba panggil pihak PT. Erco untuk mendiskusikan penyelesaian atas persoalan tersebut. Supaya ada solusi yang bisa diperoleh dari persoalan ini,” sebutnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here