Pembangunan Global Hub Bandar Kayangan Temui Banyak Hambatan

Mataram (suarantb.com) – Ambisi Pemerintah Provinsi NTB untuk membangun mega proyek Global Hub Bandar Kayangan di Lombok Utara diakui anggota DPR RI, H. Kurtubi masih menemui banyak hambatan.

Dimulai dari belum terbitnya Rancangan Tata Ruang dan Wilayah Nasional (RTRWN) dari pemerintah pusat, lantaran belum adanya RTRW Daerah. “Karena itu harus sejalan, makanya terus kita dorong tahun ini harus bisa selesai. Sebab tanpa itu ndak bisa jalan,” akunya, Sabtu, 8 April 2017.

Iklan

Terkait rencana ini, Kurtubi mengakui pemerintah pusat masih terus mengkaji dan mengevaluasinya. Terlebih saat ini muncul isu rencana pembangunan Terusan Kra di Thailand, yang bisa dianggap sebagai pesaing Global Hub.

“Makanya itu, ini memerlukan proses yang tidak gampang baik untuk yakinkan pemerintah maupun investor,” akunya.

Meski menemui hambatan sedemikian rupa, politisi Partai Nasdem ini menyatakan tetap optimis. Bahkan ia menyebut dirinya pendukung fanatik Global Hub untuk bisa disahkan dalam bentuk peraturan presiden.

“Global Hub menurut saya terbuka untuk menjadikan Lombok sebagai pelabuhan internasional, tempat singgah kapal-kapal internasional sekaligus menjadi kota industri dan kota kilang minyak. Sebagaimana Rotterdam di Belanda,  kombinasi pelabuhan niaga plus kilang minyak yang sangat bagus,” paparnya.

Global Hub bisa menjadi salah satu harapan masa depan NTB dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. Serta mendorong efisiensi infrastruktur energi di Indonesia serta mendukung efisiensi perdagangan dunia.

“Ini proyek yang sangat besar, bisa memicu pertumbuhan yang sangat panjang. Kita berbicara pembangunan jangka panjang ini, bukan pembangunan untuk satu tahun,” ucapnya bersemangat.

Kurtubi menjelaskan lokasi NTB yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan lokasi strategis yang tak dimiliki daerah lain. Tren perdagangan dunia di masa mendatang juga akan menggunakan kapal-kapal niaga yang semakin tahun ukurannya semakin besar. Sehingga akan sulit untuk bisa melewati Selat Malaka dan pasti akan mencari alur ALKI. Terutama untuk mengangkut barang niaga dari Eropa Barat, Afrika Barat dan Australia menuju utara ke Cina, Jepang, Korea dan sebagainya.

“Sudah tak bisa lagi ke depan menggunakan kapal-kapal kecil. Dan tidak bisa lewat Terusan Suez, sekarang Terusan Panama juga sedang diperlebar karena angkutan niaga dunia akan gunakan kapal-kapal raksasa,” ungkapnya.

Pertimbangan Terusan Kra di Thailand akan menjadi saingan Global Hub diyakini Kurtubi tidak akan menjadi pesaing besar. Asalkan Terusan Suez tidak diperlebar.

“Jadi tetep saja kapal-kapal raksasa dari Eropa pasti dan akan harus melewati Selat Lombok. Tidak bisa lagi melewati Selat Malaka. Itu kesempatan emas untuk NTB dalam pembangunan jangka panjang,” imbuhnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here