Pembangunan Bypass Bandara-KEK Mandalika Tunggu Penetapan Menteri PUPR

Kasubag TU BPJN NTB, H. Menge (tengah),  bersama Plh. Kasi Perencanaan dan Pemantauan MT, Ni Luh Putu Eka (kiri), dan Plh. Kasi Pembangunan dan Preservasi (kanan). (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pembangunan jalan bypass dari bandara internasional Lombok ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sepanjang 17,3 Km masih berproses. Tinggal menunggu penetapan pemenang tender dari Menteri PUPR, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. Penetapan pemenang tender, langsung oleh Menteri PUPR. Mengingat nilai proyeknya ratusan miliar.

Diperkirakan, Juli 2020 ini pembangunan fisiknya mulai dilaksanakan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, melalui Kasubag TU, Ir. H. Menge, MT,  bersama Plh. Kasi Perencanaan dan Pemantauan MT, Ni Luh Putu Eka, dan Plh. Kasi Pembangunan dan Preservasi ditemui di BPJN NTB, Rabu, 24 Juni 2020 menyebutkan, tender tiga paket pembangunan bypass ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Iklan

Target awalnya, memasuki triwulan II tahun 2020 proyek sudah dapat dilaksanakan. “Karena pandemi Covid-19, tendernya tidak bisa diajukan secara langsung kepada menteri. By online terus. Kita tunggu pemenang tendernya. Karena menteri yang tentukan untuk nilai proyek diatas 100 miliar,” kata Ni Luh Putu Eka.

Proses pembebasan lahan sudah hampir rampung. Sepanjang 17,3 Km yang rencananya akan dibangun enam lajur, menghabiskan 638 bidang lahan. Atau 936 hektar. Dari total luas lahan tersebut, 82 petak di dalamnya masih proses pembebasan lahan (179.970 m2). Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih melakukan validasi.

Dari grand desainnya, nilai proyek untuk pembangunan by pass BIL-KEK Mandalika ini menghabiskan anggaran Rp1,7 triliun. Anggaran yang tersedia saat ini sebesar Rp813 miliar, di luar anggaran untuk pembebasan lahan. Khusus untuk pembebasan lahan saja, dengan mengacu appraisal, dari 638 petak ini nilai lahannya mencapai Rp360 miliar. Didalamnya sudah termasuk nilai 82 petak yang belum tuntas pembebasannya mencapai Rp133 miliar.

“Untuk pembebasan lahan ini, satu orang pemilik lahan ada yang nilai lahannya sampai Rp5 miliar,” ujarnya. Pembangunan by pass ini rencananya dilaksanakan tiga tahap. Dipastikan proyek ini tetap menjadi prioritas dituntaskan untuk mendukung proyek strategis nasional, KEK Mandalika. Rencana pengerjaannya efektif 12 bulan. Jika dimulai Bulan Juli 2020 ini, pembangunannya bisa tuntas hingga Juli 2021 mendatang. “Sudah bisa digunakan saat penyelenggaraan MotoGP 2021 di KEK Mandalika,” demikian Menge. (bul)