Pembangunan Bendungan Mujur Terhambat Pembebasan Lahan dan Relokasi Warga

Mataram (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) diminta untuk segera menuntaskan persoalan pembebasan lahan dan relokasi warga jika ingin pembangunan bendungan Mujur segera direalisasikan. Dari 700 hektar lahan yang dibutuhkan, Pemkab Loteng baru membebaskan 8 – 10 hektar.

Sekretaris Dinas PU NTB, Ir. Ahmad Makchul, M. Si yang dikonfirmasi suarantb.com, belum lama ini mengatakan masalah lahan masih menjadi kendala dalam upaya percepatan pembangunan bendungan Mujur. Ia menjelaskan, pembangunan bendungan Mujur ini sudah masuk dalam perencanaan pemerintah pusat sampai 2019 mendatang.

Iklan

“Sudah masuk program nasional Mujur, Meninting dan Krekeh di Sumbawa. Jadi ini sudah masuk dalam program nasional. Sekarang proses-proses untuk review desain dan pembebasan lahan bisa dipercepat,” ujarnya.

Menurutnya, dari sisi kesiapan anggaran dari pemerintah pusat sudah tidak masalah. Tinggal persiapan yang dilakukan di daerah terkait dengan pembebasan lahan dan relokasi penduduk supaya bisa segera difasilitasi oleh Pemkab Loteng. “Kendalanya masih di situ. Makanya kita minta Pemda Lombok Tengah, lebih cepat diselesaikan kegiatan yang sifatnya persiapan ini tentu realisasi fisik akan lebih cepat juga,” tambahnya.

Dari sisi desain, lanjut Makchul, bendungan Mujur sudah siap. Begitu juga dengan penganggaran dan dukungan kebijakan dari pusat. Menurutnya, sekarang bolanya ada di Pemkab Loteng, untuk segera memfasilitasi proses-proses persiapan pembangunan kaitannya dengan pembebasan lahan dan relokasi warga.

“Masih ditinjau kembali yang lama itu. Ada pendataan ulang terkait jumlah penduduk, luas areal yang akan digenangi. Sekarang kan Pemkab Lombok Tengah baru membebaskan lahan dari 700 hektar itu baru 8-10 hektar,” sebutnya.

Artinya, masih banyak lahan yang harus dibebaskan. Terkait hal ini, bisa saja nanti dilakukan sharing anggaran baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.”Sekarang kita minta supaya proses-proses persiapan awalnya itu bisa dituntaskan dulu. Sehingga 2018 paling tidak itu sudah ada tanda-tanda untuk bisa dilaksanakan,”pintanya.

  Penanganan OTT Pungli Sampah, Pengusaha Minta Polisi Kedepankan Aspek Sosial

Makchul menambahkan, dari sisi kesiapan, pembangunan bendungan Mujur ini kalah dengan bendungan Meninting. Sebenarnya, dari usulan awal, bendungan Mujur ini sudah ada sejak 1990-an. Namun tersendat akibat proses pembebasan lahan. “Tentu kita berharap lebih cepat lebih bagus. Tinggal sekarang dilakukan koordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah dan BWS,” tandasnya.

Ia menyebutkan, pembangunan bendungan Mujur sedikitnya butuh anggaran sekitar Rp 400 miliar. Bendungan yang berlokasi di Desa Mujur Kecamatan Praya Timur ini rencananya akan mampu mengairi areal persawahan seluas 6.000 hektar. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here