Pembangkit Listrik PLN Alami Gangguan

Petugas memonitor sistem kelistrikan Lombok.

Mataram (Suara NTB) – Pemadaman listrik terjadi dalam durasi yang cukup lama sejak Kamis, 15 Oktober 2020 dini hari. Pemadaman listrik sampai berjam-jam. Dampaknya dirasakan se-Pulau Lombok. Akibat pemadaman itu, aktivitas ekonomi yang mengandalkan listrik tersendat. Hingga siang hari, lampu lalu lintas yang ada di beberapa simpang empat di Kota Mataram ikut padam.

Sementara tim yang dikerahkan PLN terus melakukan penelusuran dan penormalan listrik. Hingga jelang sore, terdapat beberapa wilayah yang masih padam. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran.

Iklan

Ia menjelaskan bahwa gangguan terjadi di sisi pembangkit. Sistem kelistrikan Lombok yang memiliki 101 penyulang berhasil dinormalkan pada pukul 15.21 Wita. Petugas PLN di lapangan hingga sore terus menelusuri dan mengevaluasi untuk penyebab terjadinya gangguan.

Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo, menambahkan, pemadaman yang lama juga karena pembangkit-pembangkit listrik besar milik PLN belum beroperasi. Untuk pengoperasiannya membutuhkan waktu start sampai delapan jam agar bisa menyuplai daya ke sistem Lombok.

“Teman-teman di lapangan sedang berusaha mempercepat. Sedang ditelusuri, sistem mana yang terganggu. Kita belum berani menyampaikan secara detail karena laporan asesmen resmi dari lapangan belum ada,” katanya.

Kendati demikian, gangguan dipastikan tidak akibat terganggunya sistem pembangkit utama di PLTU Jeranjang, Lombok Barat. Dalam keadaan normal, daya mampu yang dihasilkan oleh pembangkit-pembangkit listrik PLN mencapai 351 Megawatt. Dalam keadaan beban puncak (penggunaan serempak/malam hari) mencapai 275 Megawatt.

Hingga siang, dijelaskan Taufik, gangguan listrik berhasil dinyalakan sampai 100 Megawatt. Sekitar 70 Megawatt yang terus ditelusuri untuk dinormalkan.

“Beban puncak kita kalau siang sekitar 170 Megawatt. Kebanyakan beban disuplai oleh PLTD yang paling cepat beroperasi, PLTD Paok Motong, PLTD Ampenan, MPP, PLTD Taman. Ada juga PLTS yang membantu siang ini,” jelas Taufik.

Secara sederhana, penyebab terjadi pemadaman panjang, kata Taufik, akibat salah satu pembangkit mengalami gangguan. Saat satu pembangkit mengalami gangguan, pembangkit-pembangkit lainnya ikut lepas karena tak sanggup menyuplai beban besar sekaligus. Harapannya, Lombok Peaker 150 Megawatt, pembangkit listrik paling besar dapat secepatnya beroperasi dan masuk ke sistem kelistrikan Lombok untuk mengantisipasi potensi gangguan. (bul)