Pembahasan RAPBD KSB 2018 Terhenti, Ketua Dewan Bantah Lantaran Pokir Belum Diakomodir

Taliwang (Suara NTB) – Proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2018 terhenti. Penghentian tersebut sudah berlangsung selama dua hari sejak Senin 13 November hingga kemarin, yang sesuai jadwal seharusnya sudah memasuki proses pembahasan klinis program anggaran antara Satuan Kerja Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dengan masing-masing komisi teknis.

Di balik terhentinya proses pembahasan ini, beredar isu jika hal tersebut dilakukan secara sepihak oleh DPRD KSB. Lembaga aspirasi rakyat ini diisukan sengaja memboikot kelanjutan pembahasannya karena belum menyetujui alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah untuk mendanai program-program pokok pikiran (Pokir) atau program aspirasi dewan di tahun 2018 mendatang.

Iklan

Ketua DPRD KSB, Muhammad Natsir, ST yang dikonfirmasi terkait hal tersebut tegas membantah. Ia mengakui jika proses pembahasan RAPBD 2018 sementara ini terhenti, tetapi langkah itu diambil bukan karena alasan sebagaimana isu yang beredar. “Memang sementara ditunda. Tapi bukan itu alasannya,” terangnya kepada Suara NTB, Selasa, 14 November 2017.

Ia menjelaskan, pihaknya menunda pembahasan RAPBD karena ada usulan terbaru dari pemerintah. Usulan tersebut berupa penambahan pendapatan yang akan dimasukkan dalam materi anggaran tahun 2018. Usulan penambahan pendapatan itu katanya secar otomatis harus dilakukan penyesuaian terhadap seluruh dokumen RAPBD. “Ini baru masuk. Tentu kemudian berimplikasi bertambahnya program. Nah perlu disesuaikan lagi sebelum lanjut dibahas. Dan sekarang kita sedang lakukan penyesuaian,” timpalnya.

Natsir tidak menjelaskan secara eksplisit sumber pendapatan tambahan yang diajukan pemerintah di tengah-tengah pembahasan RAPD 2018 itu. Ia mengatakan, pemerintah belum menyampaikan secara rinci sumbernya. Namun demikian pihaknya menunggu kesiapan pemerintah memasukkan sumber pendapatan baru itu pada program kerja tahun 2018 mendatang. “Ini yang kita tunggu, siap ga mereka (pemerintah) memasukkan anggaran tambahan itu dalam programnya. Kalau bisa cepat, maka kita bisa cepat juga lanjutkan pembahasan,” paparnya.

Terkait usulan penambahan pendapatan itu, Natsir menyatakan, saat ini telah menindaklanjutinya secara internal. Pihaknya telah menggelar rapat pimpinan dan selanjutnya akan membawa ke Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Anggaran (Banggar) membahas usulan pemerintah itu. “Ini kita sedang kita bicarakan (di internal). Kalau pemerintah cepat, jadwal kita buat dan pembahasan kita bisa lanjutkan lagi mulai besok,” janjinya.

Selanjutnya ditanya apakah pembahasan RAPBD 2018 bisa selesai sesuai jadwal awal yang ditargetkan ditetapkan tanggal 17 November mendatang? Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyatakan, DPRD dan Pemda KSB sejauh ini masih tetap pada komitmen awal. “Kita jadwalkan tanggal 17 itu karena targetnya sebelum Harlah APBD sudah diketok. Kita lihat nanti kalau pun molor mudah-mudahan bisa sebelum tanggal 20 November (harlah),” pungkasnya. (bug)