Pemasangan Tidak Rapi, Tim Pemda Lobar Minta Material Proyek Dibongkar

Tim Pemda Lobar dipimpin Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Sekda H. Baehaqi mengecek proyek IGD RSUD Tripat di Gerung. (Ekbis NTB/ist)

Tim Pemda Lombok Barat (Lobar) dipimpin Bupati H. Fauzan Khalid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek yang dibangun di wilayah Gerung, Jumat, 29 Desember 2021. Hasil sidak tersebut ditemukan pengerjaan sejumlah pemasangan material kurang rapi, seperti pemasangan pintu dan keramik dan ACP pada dinding bangunan, sehingga tim Pemda meminta pemasangan material diperbaiki.

Konsultan individu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar Robijono mengungkapkan hasil temuannya saat turun mendampingi bupati dan jajarannya ke sejumlah proyek akhir pekan kemarin.

Robijono yang dikonfirmasi, Sabtu, 2 Januari 2021 menjelaskan, ada beberapa temuan yang sifatnya kecil, tidak terlalu krusial.  Seperti pemasangan material keramik di IGD RSUD Tripat perlu perbaikan. Begitupula pemasangan ACP di proyek Dukcapil belum rapi.

Untuk perbaikannya kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lobar ini, masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Selama masa pemeliharaan ini sambil dicoba dan dilihat apakah ada yang bocor, itu akan diperbaiki oleh Kontaktor.

 Tim sudah membuat catatan temuan di masing-masing ruangan pada proyek rumah sakit, khususnya letak atau bagian pengerjaan dan barang yang kurang sempurna. Kemudian inilah yang diperbaiki oleh rekanan. Tim Pemda Lobar sudah meminta agar semua temuan tersebut diperbaiki.

Namun secara umum, jelas dia, kontraktor proyek IGD RSUD Tripat dan Kantor Dukcapil bertanggung jawab. Seperti proyek IGD bisa selesai sampai atap (lantai 5) selama lima bulan pengerjaan. Namun di proyek Dukcapil menurut dia, pengaturan manajemen internal kurang bagus. “Tapi secara prinsip para kontraktor bertanggung jawab, bagus lah. Mereka merasa malu kalau tidak selesai (proyeknya),”jelas dia.

Yang ditakutkan, ujarnya, kontraktor yang berasal dari luar daerah. Karena mereka jauh di Jawa, sedangkan di sini hanya perwakilan, sehingga ketika Pemda ingin menemui mereka agak susah. “Kalau kontraktor lokal (daerah, red) kan bisa dikejar,”imbuh dia.

Sementara itu, kontraktor proyek Dukcapil H. Salman mengatakan sebelum bupati dan tim turun sidak, pihaknya diminta oleh PPK untuk menyelesaikan pemasangan ACP malam itu juga. Ketika ACP sudah terpasang, ternyata bahan habis untuk pemasangan ACP bagian kiri. Sehingga ia pun berupaya mencari bahan itu ke depo di Mataram, namun warnanya berbeda.  Sampai akhirnya ketemu bahan yang sesuai warna di Jakarta. (her)