Pemanfaatan BRT, Sekolah Harus Yakinkan Orang Tua Murid

Mataram (suarantb.com) – Sejak beroperasi pada November 2016, bus trans Mataram atau Bus Rapid Transit (BRT) belum dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya banyak BRT yang melintas tanpa ada penumpang. Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Cukup Wibowo mengatakan agar program ini tidak sia-sia, masyarakat harus betul–betul memanfaatkan BRT.

“Masyarakat harus membuktikan kesungguhannya, otomatis BRT akan ada fungsinya,” ujarnya ditemui Rabu, 22 Februari 2017.

Iklan

Pemanfaatan BRT sebagai kendaraan umum diharapkan mampu mengurai kemacetan di dalam kota. Sehingga pada jam tertentu, kemacetan dapat diantisipasi. Kemacetan biasanya terjadi pada pagi dan siang hari. Salah satu pemicunya yaitu banyaknya kendaraan pribadi saat mengantar dan menjemput anak sekolah.

Dishub  berharap pihak sekolah memiliki peran khusus untuk meyakinkan orang tua, agar menjadikan BRT sebagai kendaraan antar-jemput sekolah. Sehingga orang tua murid tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi mengantar-jemput anak-anaknya.

“Jadi, jangan ada lagi gap antara mobil pribadi dan pemerintah,” katanya.

Dengan memanfaatkan BRT, masyarakat membantu pemerintah untuk mengurai kemacetan dalam kota. Namun masih minimnya pengguna BRT ini menurut Cukup karena kurangnya sosialisasi. Sehingga berimbas pada rendahnya ketertarikan masyarakat untuk menggunakan bus ini.

Untuk memperlancar program BRT, pemerintah tidak menarik tarif khusus untuk pelajar. Sedangkan di luar jam sekolah, termasuk penumpang umum, akan dikenai tarif Rp 4 ribu per orang.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan angkutan umpan (feeder) yang dapat digunakan masyarakat menuju halte BRT. Jadi, jalur-jalur yang tidak dilewati BRT seperti di dalam permukiman, warga dapat memanfaatkan angkutan pengumpan menuju halte. (anh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here