Pemanah Misterius Resahkan Warga Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sumbawa mengalami gangguan beberapa waktu belakangan ini. Masyarakat mulai resah karena munculnya pemanah misterius di beberapa tempat. Rata-rata yang menjadi korban masih berusia pelajar. Kini polisi tengah melakukan penyelidikan guna memburu para terduga pelaku.

Untuk diketahui, dalam beberapa bulan ini, sudah ada beberapa korban yang terkena anak panah di lokasi berbeda. Ada yang tertancap di batang hidung, di perut, lengan dan bagian leher. Korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Iklan

Sebelumnya di Kampung Pekat, Kelurahan Pekat ada dua korban yang terkena dalam waktu yang sama. Yang satunya mengalami luka robek bagian pinggir kepala dan satu korban lainnya tertusuk di bagian hidungnya. Hal ini karena anak panah yang dilontarkan meleset di korban pertama justru mengenai korban yang satunya.

Kemudian, pada Sabtu, 21 April lalu sekitar pukul 20.00 Wita, terjadi di depan Puskesmas Kerato Kecamatan Unter Iwis. Korban atas nama Andi Rizal (19) warga Desa Tangkam Pulit Kecamatan Batulanteh. Korban terluka oleh busur panah yang tertancap di lengan tangan sebelah kiri.

Yang terbaru terjadi pada Jumat, 27 April 2018 sore lalu menimpa Yandi Juniansyah (15) remaja yang tinggal di tempat kos Kerato Kecamatan Unter Iwis. Yang bersangkutan harus dilarikan ke rumah sakit malam harinya karena anak panah tertancap di bagian lehernya.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 18.45 Wita Yandi bersama pacarnya sedang duduk di depan kos. Tak lama muncul dua orang pelaku berboncengan sepeda motor melintas di depannya. Pelaku kemudian berbalik mengeluarkan panah dan mengarahkan ke arah korban. Korban yang kaget berusaha menghindar, namun anak panah melesat cepat menancap di bagian leher sebelah kiri korban. Korban kemudian masuk ke dalam kos dan memberitahukan kepada rekan-rekannya.

Mengetahui hal tersebut rekan korban sempat berupaya mengejar pelaku namun kehilangan jejak. Dari keterangan saksi, bahwa wajah korban sulit dikenali karena menggunakan masker. Tetapi ciri-ciri kendaraan yang digunakan yakni Yamaha Jupiter MX dengan kepala berwarna merah. Kemudian tidak menggunakan dek samping dan menggunakan knalpot Satria FU.

Pelaku yang duduk di depan menggunakan baju hem warna biru, helm hitam dan menggunakan masker. Sedangkan yang berada di belakang menggunakan baju berwarna merah dan masker.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Zaky Maghfur, SIK, Sabtu (28/4) kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengaku sudah menerima laporan dari semua perkara yang terjadi. Dalam hal ini ada empat laporan yang sudah diterima. Hanya saja pihaknya sangat menyayangkan korban dan keluarga tidak langsung melaporkan pasca kejadian. Tetapi polisi sendiri yang menjemput bola membuatkan laporan.

“Dalam artian tidak seketika itu dilaporkan. Beberapa kejadian sebelumnya ada yang kejadian hari Kamis dan malam Minggu tetapi baru dilaporkan hari Senin da nada yang hari Rabu. Begitu juga yang kejadian yang Jumat malam lalu kita mencari sendiri untuk korbannya. Sewaktu itu karena ada personel yang patroli melihat ada salah satu anak yang dibawa ke rumah sakit kemudian mengikutinya. Setelah ditanyakan ternyata terkena anak panah. Adanya kejadian tersebut personel kami langsung merapat ke rumah sakit dan menghubungi keluarga korban untuk membuat laporan. Kemudian saksi-saksi seketika itu juga kita ambil keterangannya,” ujarnya.

Menurutnya, kecepatan dari laporan akan menentukan pengungkapan yang dilakukan terutama untuk memperterang suatu perkara, kejadian dan kronologisnya. Selain itu, saksi juga tidak terkontaminasi dan tidak berkurang ingatannya untuk memberikan keterangan.

Hingga saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan melakukan pencarian terhadap terduga pelaku. Untuk itu pihaknya mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat, supaya terduga pelaku bisa segera terungkap. Pihaknya juga mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mengawasi anaknya. Dalam hal ini, pihaknya menegaskan sangat serius dalam menangani semua perkara yang ada.

“Semua perkara kita tangani secara serius, tidak ada yang kita sepelekan. Karena ini tidak bisa dibiarkan. Untuk pelaku yang nantinya bisa kami tangkap bisa memberikan efek jera dan tidak ada toleransi. Setelah adanya informasi kejadian personel kami baik yang berseragam atau tidak berseragam sudah menggalakkan sweeping,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, bagi siapapun yang membawa senjata tajam yang tidak untuk peruntukannya apalagi panah akan ditindak tegas. Dalam hal ini bisa terjerat dengan undang-undang darurat nomor 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here