Pemanah di Simpang RSUD Dompu Dibekuk Tim Polres Dompu

0
JS, terduga pelaku pemanahan terhadap anak di bawah umur berinisial diamankan di Mapolres Dompu, Selasa, 28 Desember 2021.(Suara NTB/hms polres dpu)

Dompu (Suara NTB) – Kasus panah dengan korban anak bawah umur di simpang RSUD Dompu berhasil ditangkap tim Polres Dompu. Pelaku berinisial JS (18) warga Kandai Satu ini juga masih berstatus sebagai pelajar, ditangkap di kediamannya, Selasa, 28 Desember 2021.

Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Adhar, S.Sos melalui Humas Polres Dompu, Ipda Marjuki kepada Suara NTB, Selasa, 28 Desember 2021 membenarkan adanya penangkapan terhadap JS warga Kandai Satu Dompu. JS diduga terlibat dalam kasus panah pada anak di bawah umur di simpang RSUD Dompu beberapa waktu lalu. “Tadi tim berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan di kediamannya,” kata Marjuki.

IKLAN

Kasus panah dengan korban anak bawah umur di simpang RSUD Dompu ini diduga salah sasaran. Pelaku merasa ada kelompok bermotor yang melemparnya dan mengejar pengendara bermotor yang dicurigai sebagai pelaku pelemparan. Tapi anak bawah umur yang baru pulang dari Dorebara justru jadi sasaran panah ketika berada di simpang RSUD Dompu.

“Satu buah anak panah dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku sudah diamankan menjadi barang bukti,” jelas Marjuki. Kini pelaku diamankan di Mapolres Dompu untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya.

Sejumlah kasus panah terjadi di Kabupaten Dompu dan terakhir anak kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu menjadi sasaran panah saat memarkir sepeda motor depan rumahnya. Kasus panah di Dompu diduga terkait kelompok remaja yang ingin menunjukan eksistensinya. Sehingga saat melakukan aksinya sering bergerombol dan terjadi pada malam hari.

Tim Puma Polres Dompu pun secara intens melakukan patroli malam dengan sasaran kelompok bermotor anak remaja. Ketika ditemukan membawa senjata tajam dan ditemukan tindakan melanggar hukum, langsung diamankan. Para orang tua pun diminta ikut mengawasi perilaku anaknya. “Jangan sampai sudah terjadi tindakan kriminal baru menyesal,” pesan Marjuki. (ula)