Pemalsu Akun Facebook Wakil Ketua DPRD NTB Terdeteksi dari Pulau Sumatera

Mataram (suarantb.com) – Akun Facebook palsu dengan menggunakan nama Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM menjadi perbincangan banyak orang. Pasalnya, akun dengan nama Abdul Hadi, dimanfaatkan orang tak dikenal dengan meminta uang kepada banyak orang.

Kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut, menarik perhatian Polda NTB untuk menyelidiki dari mana asal akun palsu tersebut. Menurut Kasubdit II Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, akun palsu tersebut berada di luar NTB, yakni di salah satu daerah di Pulau Sumatera.

Iklan

“Setelah saya telusuri, akun palsu itu berada di luar NTB. Ada di salah satu daerah di Pulau Sumatera. Artinya, pelaku menjalankan aksinya dari luar Lombok atau NTB umumnya,” ujar Darsono saat ditemui suarantb.com, Selasa, 25 Oktober 2016.

Darsono menjelaskan, pada prinsipnya jika ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan, maka polisi akan segera menindaklanjutinya. “Kalau laporannya masuk, maka kita akan tindak lanjuti. Tapi belum ada laporan masuk,” jelasnya.

Kepolisian telah mengantongi alamat lengkap pelaku. Hanya saja tidak dapat diekspos alamat tersebut secara detail.

Senin kemarin, akun palsu tersebut meminta uang pada banyak orang dengan alasan untuk biaya operasi salah seorang anggota keluarganya. Pelaku nampaknya tahu betul bahwa Abdul Hadi yang sesungguhnya sedang dalam perjalanan ke Dubai, sehingga korban tentunya akan mematikan ponselnya di atas pesawat.

Bahkan informasinya, hingga hingga saat ini pelaku masih aktif meminta uang pada sejumlah orang melalui pesan di Facebook. Sebelumnya, beberapa kerabat Abdul Hadi juga telah mengimbau banyak orang untuk berhati-hati dengan akun palsu tersebut. Karena bisa saja, orang yang belum mengetahui akun tersebut adalah akun palsu, akan menuruti permintaan pelaku.

Korban yang juga merupakan Ketua DPW PKS NTB berimbas pada aksi percobaan penipuan pada sejumlah rekan-rekan di Partai PKS NTB. Bahkan, dua orang wartawan Suara NTB telah dikirimi pesan akun palsu tersebut untuk meminta sejumlah uang. (szr)