Pemalsu Air Galon Narmada Diciduk Polisi

Mataram (suarantb.com) – Polda NTB berhasil meringkus seorang yang diduga melakukan pemalsuan terhadap air galon bermerek Narmada milik PT Narmada Awet Muda. Terungkapnya pelaku berinisial RR yang diduga melakukan pemalsuan air minum untuk dipasarkan, berkat informasi masyarakat yang kemudian diteruskan oleh pihak PT Narmada Awet Muda dalam bentuk laporan kepolisian tanggal 17 Juni 2016 lalu.

Kabid Humas Polda NTB melalui Kasubdit Pengmas Polda NTB, Kompol I Dewa Putu Geria, mengatakan pelaku RR merupakan pemilik sebuah depot pengisian air minum dengan nama toko berinisial EVZ di Lombok Barat (Lobar). Pelaku diduga memalsukan air minum dengan label Narmada untuk kemudian dipasarkan di sekitar Lobar.

Iklan

“Kasus ini merupakan dugaan tindak pidana adanya penggunaan merek perusahaan air minum yang ada di NTB, yang telah terdaftar pada Dirjen Menkumham Haki tanpa izin pemegang merek. Setelah dicek air tersebut bersumber dari salah satu penjual air isi ulang,” ujar Dewa di ruang Humas Polda NTB dengan didampingi Paur Mitra Humas Polda NTB, M. Hatta, Senin, 15 Agustus 2016.

Dewa menambahkan, Reskrimsus Polda NTB telah melakukan penyidikan dengan memeriksa tujuh saksi dan dua ahli. Dua ahli tersebut masing-masing dari Kemenkumham dan Disperindag Provinsi NTB.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan juga meminta keterangan ahli yang masing-masing dari Kemenkumham dan Disperindag Provinsi NTB,” sambungnya.

Sementara barang bukti yang berhasil disita yakni, 30 galon air isi ulang dengan menggunakan merek Narmada, dua galon dengan menggunakan merek Narmada, dan satu tas plastik penutup galon.

Menurut Dewa, air galon yang diduga dipalsukan tersebut berbeda dengan aslinya, baik dari segi kualitas dan mutu. Penjualnya juga langsung menjual air galon palsu tersebut ke konsumen, bukan melalui air isi ulang sebagaimana yang sering dijual depot pengisian air.

  Polda NTB Usut Dugaan Penipuan ’’Event’’ Pariwisata

“Jelas berbeda kualitas dan mutu pasti berbeda. Tidak hanya galon, segel galonnya juga palsu. Namun yang paling berat saat ini adalah penggunaan merek dari perusahaan yang resmi,” ungkapnya.

Pelaku dapat diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 subsider pasal 15 tahun 2001 tentang Merek, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 800 Juta. Pada Kamis, 18 Agustus 2016 nanti akan dilakukan gelar perkara. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here