Pemakaman Sesuai Prokes Kerap Menuai Penolakan di Kota Bima

0
Ahmad. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, bersama aparat Gabungan TNI-Polri terus bersinergi memutus rantai penularan Covid-19. Baik dengan penguatkan patroli penerapan protokol kesehatan, pemenuhan oksigen serta menggenjot capaian vaksinasi. Meski upaya ini sudah cukup maksimal dilakukan, tetapi masih saja ditemukan tantangan, salah satunya reaksi penolakan pemakaman sesuai prokes untuk pasien meninggal akibat Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad, S. Sos., kepada Suara NTB mengakui kerap menemukan reaksi penolakan tersebut dari keluarga korban yang meninggal akibat Covid-19. “Penolakan pemakaman sesuai prokes masih tetap ada. Dilematis kami, satu sisi terus berjuang menekan angka penularan Covid-19, tapi disisi lain ulah masyarakat kita seperti ini,” terangnya.

IKLAN

Menurut dia, sulit menekan rantai penularan Covid-19 jika prilaku masyarakat masih tetap seperti ini. Karena dengan memandikan serta mengafani jenazah terdiagnosa Covid-19 secara umum, virus berbahaya itu berpotensi besar menjangkit siapapun.

Dengan tingginya angka kematian harian akibat Covid-19 di Kota Bima, mestinya masyarakat sadar dan mematuhi apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah daerah. Karena penerapan dan penanganan sesuai prokes salah satu kunci mengembalikan daerah pada kondisi normal. “Covid-19 tidak akan berakhir kalau prilaku masyarakat masih seperti ini, jadi harus ada kesadaran bersama. Kita juga harus berempati terhadap perjuangan nakes di puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.

Dari sekian reaksi penolakan pemakaman pasien meninggal akibat Covid-19 sesuai prokes, Ahmad meyakinkan, tidak sedikit di antara keluarga korban juga mematuhinya setelah dilakukan pendekatan oleh nakes dan aparat gabungan TNI-Polri.

Langkah-langkah semacam ini menurutnya perlu diimbangi proaktif tokoh agama, masyarakat dan pemuda ditiap kelurahan. Sehingga ada kesamaan persepsi dalam rangka percepatan pemulihan kondisi daerah dari penularan Covid-19. “Kalau ada kesadaran dan kerjasama semua pihak, Insya Allah Covid-19 ini bisa kita atasi maksimal,” pungkasnya. (jun)