Peluang Kerja di Tengah Pandemi, Disnakertrans NTB Kirim Pekerja Kelapa Sawit ke Kalteng

Kadisnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, melepas secara simbolis keberangkatan 20 orang tenaga kerja asal NTB tahap pertama untuk bekerja di ladang kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (17/6) sore. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH melepas secara simbolis keberangkatan 20 orang tenaga kerja asal NTB tahap pertama untuk bekerja di ladang kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ke-20 pekerja yang direkrut oleh PT Abinggo Bintang Buana ini diberangkatkan Kamis (17/6) sore.

Para pekerja tersebut, diberangkatkan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) menuju Kalteng, Jumat pagi dan akan ditempatkan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit . Keberangkatan para pekerja asal NTB ini, merupakan kesempatan yang sangat baik di tengah pandemi Covid-19. Di mana banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan terbatasnya kesempatan kerja.

Iklan

Pada acara pelepasan itu, Kadisnakertrans NTB menyerahkan bingkisan berupa nomor telepon dan WA kepada para pekerja dan menitipkan pesan agar menggunakan nomor kontak tersebut untuk melaporkan atau menghubunginya pada kesempatan pertama. Jika menghadapi permasalahan di tempat kerja. Terlebih mendapat perlakuan tidak semestinya, atau mengancam keselamatan dan perlindungan terhadap hak-hak para pekerja.

Jika menghadapi masalah di tempat kerja, tolong hubungi kami melalui nomor itu. Kami sebagai pembantu Bapak Gubernur NTB Dr. Zul dan Wagub Umi Rohmi wajib melindungi dan melayani bapak-bapak. Ini menjadi komitmen kami, tegas mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB itu.
Kemudian kepada Direktur PT. Abinggo, Nn. Marta, mantan Kadis Kominfotik NTB itu juga meminta jaminan perlindungan dan keselamatan pekerja asal NTB agar benar-benar dijaga dengan baik sesuai komitmen awal.

Ia menyambut baik peluang dan kesempatan kerja yang ditawarkan Pemerintah Daerah dan para pengusaha perkebunan kelapa sawit di Kalteng. Aryadi menyebut sebelum kegiatan pengiriman tenaga kerja asal NTB ke Kalimantan yang difasilitasi Disnakertrans NTB melalui program AKAD dan AKL. Pada 27 April 2021 lalu, Kadisnaker menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Tenaga Kerja Kalteng bersama sejumlah pengusaha. Saat itu, ada penawaran kesempatan kerja bagi warga NTB menjadi pekerja kebun sawit.

Kebetulan Kadisnaker tersebut adalah putra bangsa kelahiran NTB, yang membawa kabar gembira bagi masyarakat yang butuh lapangan pekerjaan. Peluang kerja selain di Kalteng. Juga terbuka untuk lading sawit di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur , katanya.

Kadisnakretrans tetap menekankan pentingnya perlindungan terhadap para tenaga kerja. Baik berupa kepastian hukum melalui kontrak kerja serta jaminan keselamatan kerja di daerah tujuan.
Bagi kami pelajarannya ada di keselamatan kerja, perlindungan kerja dan kepastian hokum. Melalui kontrak kerja yang ditandatangani berbagi pihak dan pemerintah itu sangat baik dan adanya jaminan keselamatan kerja bagi pekerja juga sangat penting, tandasnya.

Presiden Direktur PT Abinggo Bintang Buana, Marta menjelaskan pada tahun 2021 pihaknya menyediakan kuota sebanyak 1.950 orang yang akan dipekerjakan di kelapa sawit tersebut. Prosedur perekrutan sendiri kata Marta melalui jalur resmi di mana para pekerja akan diikat dengan kontrak melalui perjanjian kerja yang disebut “Akad”.

Lebih jauh Marta memaparkan, PT Abinggo tidak membebankan biaya kepada calon pekerja. Bahkan gaji yang diterima para pekerja minimal Rp 5 juta. Selain itu para pekerja juga dilindungi asuransi ketenagakerjaan dan kesehatan. Di lokasi kerja para pekerja nanti akan ditempatkan di perumahan layak huni.

Kami menekakan kepada user agar memperhatikan semua yang menjadi hak para pekerja, dalam akad kerja hak dan kewajiban pekerja jelas tertera. Bahkan dalam akad tersebut juga ditandatangani oleh Dinas Tenaga Kerja setempat, katanya.

Tahun ini kata Marta, perusahaannya membuka lapangan kerja di sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan untuk 1.950 orang.

Pemberangkatan para pekerja dilakukan secara bertahap. Pemberangkatan bertahap, karena ini di masa pandemi jadi tidak bisa dalam jumlah besar. Proses pemberangkatannya juga harus sesuai protokol kesehatan Covid-19, pungkasnya. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional